Rekomendasi

Ulah Residivis Saat Curi Kambing, Tiga Ekor Kambing Disembelih Pencuri

Kamis, 16 Januari 2020 : 14.06
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar mengamankan Ristanto alias Aris (31) warga Dukuh Dlagngin Kidul Rt 01 Rw 06 Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, serta Ganang Ngadioko (39) warga Sembung Wetan Rt 03 Rw 11 Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Keduanya diamankan karena diduga melakukan aksi pencurian kambing milik Sugiyo, warga Dusun Genuk Rt 02 Rw 02, Desa Paseban, Kecamatan Jumapolo, pada hari Sabtu (11/01/2020) lalu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, kepada hariankota.com, dalam ungkap kasus, Kamis (16/01/2020) menyatakan, terungkapnya kasus ini, setelah sebelumnya, Unit Reskrim Polsek Jumapolo, menerima laporan korban, karena kehilangan enam ekor kambing miliknya.

Menurut Kapolres, korban tiga ekor kambinng mati di kanding dengan leher seperti habis disembelih, serta tiga ekor kambing lainnya hilang.

“Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan, diduga aksi pencurian tersebut dilakukan oleh Ristanto dan Ganang. Unit Reskrim Polsek Jumapolo, bersama Sat Reskrim Polres Karanganyar, langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku, serta mengamankan sejumlah barang bukti di rumah Ganang yang berada di Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo,” jelas Kapolres.

Untuk proses hukum lebih lanjut, ujar Kapolres, dua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini, diamankan di Mapolres Karanganyar serta dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Salah satu pelaku, yakni Ristanto, merupakan seorang residivis yang baru keluar dari penjara bulan Juni tahun lalu dengan kasus yang sama,” ujar Kapolres. Sementara itu, Ristanto, kepada hariankota.com mengungkapkan, saat aksi pencurian dilakukan, di dalam kandang, terdapat enam ekor kambing.

Agar tidak menimbulkan suara berisik, Ristanto menuturkan, langsung menyembelih dua anak kambing beserta induknya. Dan membawa kabur 3 ekor kambing lainnya yang masih hidup.

Sedangkan kambing yang telah disembelih, dibiarkan begitu saja di dalam kandang.

“Di dalam kandang ada enam ekor kambing. Tiga ekor kambing saya sembelih dengan menggunakan pedang yang sudah saya persiapkan. Sedangkan tiga ekor kambing lainnya saya bawa dengan menggunakan sepda motor bersama Ganang,” akunya.

Kambing hasil kejahatannya tersebut, lantas di jual di salah satu pasar di kota Solo seharga Rp800.000.

Jurnalis: Iwan Iswanda

Editor: Gunadi

Share this Article :