Rekomendasi

UNS Tambah Dua Guru Besar di FMIPA dan FH

Rabu, 15 Januari 2020 : 17.46
Published by Hariankota
SOLO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambah dua Guru Besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Hukum (FH).

Kedua Guru Besar tersebut yakni Prof. Dr. Eng. Budi Purnama, S.Si., M.Si. yang merupakan Guru Besar ke-16 FMIPA dan ke-211 UNS dan Prof.Dr.Pujiyono, S.H., M.H. merupakan Guru Besar ke-7 FH dan ke-212 UNS.

Adapun pengukuhan sebagai Guru Besar tersebut akan dilaksanakan di Auditorium GPH Haryo Mataram, pada Kamis (16/1/2020).

Dalam pengukuhan Guru Besar nanti, Prof. Dr. Eng. Budi Purnama, S.Si. yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Magnetik pada FMIPA UNS akan membacakan pidato pengukuhan dengan judul Magneto Sosiologi bertema Risalah Pengetahuan Interaksi Bahan Magnetik.

Budi mengatakan, penelitian berkenaan dengan kemagnetan bahan dan bahan magnetik memiliki sejarah panjang, bahkan banyak ilmu pengetahuan itu sendiri. Hal ini mengingat pada zaman Yunani kuno, diskusi perihal magnetik telah dilakukan oleh para filosof seperti Thales periode tahun 625 - 545 SM.

Sementara itu, di India kuno, Sashruta Samhita telah menggunakan magnetik dalam pengobatan. Sementara itu, studio bahan magnetik untuk aplikasi "kompas" dimulai pada awal 1 masehi dan aplikasi bahan magnetik untuk "kompas" pada sistem telah didukung di Cina pada abad 11 Masehi.

Di Eropa, navigasi dikenal pada abad ke-12 Masehi. Medis pada kehidupan modern ini, hampir -hampir tidak dapat dihindari atau dihindari dari keterlibatan bahan magnetik atau piranti elektronik berbasis bahan magnetik."

"Magnet maupun bahan magnetik dalam interaksi konvensional sebagai magnet permanen, yaitu dijumpai pada wadah pensil, peniti pin, buah catur magnetik, dan lain sebagainya.

Bahan magnetik sebagai media penyimpanan (media perekaman) meliputi piringan hitam, rekaman (termasuk kartu ATM, kartu kredit), CD, dan DVD.

Bahan magnetik sebagai salah satu komponen utama peranti elektronika ditemukan pada mikrofon, speaker, generator listrik, motor listrik, sistem relay (jarak jauh), trafo listrik, hard disk drive HDD, dan memori magnetik (MRAM)," terang Prof. Budi saat acara konferensi pers di kawasan Jalan Imam Bonjol, Keprabon, Banjarsari Surakarta, Rabu (15/1/2020) siang.

Dalam kesempatan yang sama, Prof.Dr.Pujiyono, S.H.,M.H. yang merupakan Guru Besar Ilmu Hukum Perdata pada FH UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan Guru Besar dengan judul Mendorong Mediasi di Luar Pengadilan Sebagai Model Arus Utama Dalam Resolusi Sengketa Bisnis.

Prof. Pujiyono mengatakan, hubungan bisnis yang terjadi antara subjek hukum perdata tidak selamanya berjalan dengan baik. Kepentingan yang berbeda dapat menyebabkan konflik.

Untuk m para pihak mencari jalan untuk mengadakan tata tertib, yaitu dengan membuat ketentuan yang harus ditaati. Hukum memberikan kanalisasi untuk menyelesaikan sengketa antar para pihak.

Menurut Prof. Pujiyono, terdapat model resolusi sengketa melalui pengadilan, yang disebut litigasi dan di luar pengadilan yang disebut nonlitigasi. Salah satu model populer nonlitigasi adalah mediasi.

"Mediasi menghasilkan kesepakatan yang bersifat win-win solution, menjamin kerahasiaan sengketa para pihak, menghindari keterlambatan hal administratif, dan karena prosedural diakibatkan yang menyelesaikan masalah secara komprehensif dalam kebersamaan, dan tetap menjaga hubungan baik," kata Prof. Pujiyono.

Kelebihan mediasi sebagai resolusi bisnis tidak lantas menjadikannya sebagai model resolusi sengketa yang populer di kalangan pebisnis. Hambatan utama adalah perjanjian yang disepakati oleh para pihak belum mendorong mediasi berada di jalur depan penyelesaian sengketa.

"Bahkan mediasi seolah dianggap bukan model resolusi mainstream. Secara konvensional pilihan pengadilan adalah pilihan litigasi, model yang dipilih oleh para pihak dalam menyelesaikan sengketa," pungkasnya.

Jurnalis; Kacuk Legowo

Editor: Rahayuwati

Share this Article :