Rekomendasi

124 Jamaah Umrah asal Lamongan Tak Bisa Berangkat ke Arab Saudi

Sabtu, 29 Februari 2020 : 23.00
Published by Hariankota
LAMONGAN - Sebanyak lebih dari 100 jamaah umrah asal Lamongan dipastikan tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci pasca penutupan akses pintu masuk oleh pemerintah Arab Saudi.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, Banjir Sidomulyo menyatakan, dari data yang dihimpun total ada 124 jamaah umrah asal Lamongan yang sedianya berangkat bulan Maret 2020, namun tertunda.

"Kalau totalnya ada 124 orang jamaah umrah yang sedianya berangkat Maret mendatang," ujar Banjir, saat dikonfirmasi Sabtu (29/2/2020).

Dari 124 jamaah tersebut, terbagi dalam tiga biro perjalanan travel yang berangkat pada tanggal 1, 2, 3, 4, 10 dan 12 Maret 2020. Di tanggal 1 dan 2 Maret misalnya ada 45 jamaah umrah yang sedianya berangkat, sedangkan di tanggal 3, 4, dan 10 Maret ada total 34 jamaah. Sisanya di tanggal 12 Maret 2020 sejumlah 45 jamaah sedianya diberangkatkan umrah ke tanah suci. Namun karena penutupan akses kedatangan umrah, dipastikan para jamaah gagal berangkat.

"Memang Konsulat Jendral Arab Saudi yang ada di Indonesia itu menutup pelayanan untuk penerbitan visa, jadi tertunda (keberangkatan jemaah umroh). Informasi ini juga sudah disampaikan ke para calon jemaah dan semua calon jemaah itu menyadari dan tidak ada gelojak apapun. Bahkan mungkin mereka lebih senang seperti itu (ditunda) dari pada sudah berangkat tapi kembali lagi," terangnya.

Namun pihaknya memastikan tak ada jamaah dari Lamongan yang dipulangkan di tengah jalan pada hari Kamis 27 Februari 2020 lalu.

"Kemarin 27 Februari itu kebetulan pas tidak ada jadwal pemberangkatan, sehingga jemaah yang ikut Lamongan tidak terkena dampak seperti itu (dipulangkan di tengah jalan)," ucapnya.

Sedangkan salah seorang jamaah umrah asal Lamongan Prayitno mengungkapkan tak mempermasalahkan adanya penundaan keberangkatan ke Arab Saudi. Meskipun ia pribadi agak menyayangkan itu, tapi dirinya tetap menyerahkan keputusan yang terbaik kepada Arab Saudi dan Indonesia.

"Ya kalau kecewa pasti ada, kita sudah menunggu dan atur jadwal. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan demi kebaikan bersama juga. Saya ikuti kebijakan yang diambil pemerintah kedua negara. Semoga tidak lama penundaannya," tukasnya.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Kadek Arya Wiguna

Share this Article :