Rekomendasi

45 Tim Gabungan Berjibaku Susuri Sungai Evakuasi Korban Insiden Maut Sungai Sempor

Sabtu, 22 Februari 2020 : 20.07
Published by Hariankota
SLEMAN - Proses pencarian korban korban luapan dan arus deras sungai Sempor saat kegiatan Pramuka susur sungai terus dilakukan.

Masih banyaknya siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman yang masih dalam pencarian, terus dilakukan 45 tim gabungan yang berasal dari berbagai elemen termasuk warga terus berjuang menyusuri sungai Sempor untuk menemukan korban.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan Pusdalops Yogyakarta mencatat lebih dari 180 orang bekerja untuk melakukan pencarian dan evakuasi murid kelas 7 dan 8 yang saat itu hanyut karena arus deras Sungai Sempor.

"Operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Upaya pencarian melalui penyisiran sungai dari tempat kejadian hingga Hotel Gajah dengan pembagian empat sektor,"papar Agus Wibowo, Sabtu (22/2/2020).

Sektor pertama, ungkap Agus, berjarak 6.71 km untuk penyisiran. Sektor kedua 5,59 km, sektor ketiga 7,91 km dan terakhir 4,98 km.

"Pos pencarian dan evakuasi berada terpisah dari posko, yaitu di Dusun Dukuh, Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman,"terangnya.

Hingga pukul 11.45 WIB, dari data Pusdalops tercatat total murid yang melakukan aktivitas ini berjumlah 249 murid.

Jumlah tersebut mencakup kelas VII sejumlah 124 murid, kelas 8 sejumlah 125. Total murid selamat dalam insiden maut susur sungai tersebut adalah 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka.

"Perkembangan terkini murid yang menjadi korban meninggal berjumlah 8 murid dan dua lainnya belum terkonfirmasi,"paparnya.

Sedangkan 45 tim gabungan yang berjibaku melakukan pencarian para korban adalah BPBD, Basarnas, PMI, TNI, Polri, Dinsos, Tagana, SAR DIY, Dinkes, Rescue 920, Code X, PITU Rescue, GBS, IOF, Bahari.

MDMC, SAR Linmas, Sembada Rescue, SAR MTA, PRB Mlati, Ramagama, Pendaki Indonesia, SAR Cangkringan, Banops DIY, Bala SAR, SKB, AMC.

Restam, KRI, Kokam Turi, SAR Semesta, Destana, Guruh Merapi, Rescue 328, Kompas, LSC, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, Bagana Banser.

TRC Gamping, komunitas relawan. Penanganan daruat juga dibantu oleh warga setempat.

Seperti yang sudah diberitakan, Insiden ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor.

Saat melakukan kegiatan susur sungai, tiba-tiba arus deras dan volume air sungai yang meluap dari hulu sungai menerjang.

Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka.

Reporter; Danang Prabowo
Penulis: Danang Prabowo
Editor; Gunadi





Share this Article :