Rekomendasi

Antisipasi Serangan Tikus, Petani Kerahkan Burung Hantu

Kamis, 20 Februari 2020 : 20.07
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Menganisiasi serangan hama tikus yang menyerang ahan pertanaian milik warga,  Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Jati Kecamatan Jaten,  Karanganyar menerjunkan  burung hantu untuk memangsa hewan pengerat ini. Burung hantu  jenis Tyto Alba, dikandangkan di dalam rumah burung hantu (Rubuhan) di sejumlah titik yang rawan diserang hama tikus.


Ketua Gapoktan Kecamatan Jaten, Hari Susanto, kepada hariankota.com, serta awak media lain, Kamis (20/02/2020) menjelaskan,memanfaatkan burung hantu ini, sebagai salah satu cara alternative untuk membasmi tikus yang sring merusak tanaman padi milik warga. 

Burung hantu ini , ujarnya didatangkan dari Demak. Burung hantu ini, selanjutnya dikarantina dan diberikan makana berupa tikus selama satu minggu.

“ Sebelum kita lepas, burung hantu ini, kita karantina selama satu minggu dan kita beri makan tikus. Setah itu, abru dilepas untuk berburu,” jelasnya.

Memanfaatkan burung hantu untuk berburu tikus, lanjut Hari, sangat efektif. Dalam satu malam burung yang hanaya keluar pada malam hari ini, mampu berburu tikus 5-10 ekor.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Siti Maesaroh menyatakan, burung hantu tersebut merupakan sahabat para petani, sehingga pihaknya berupaya supaya populasinya bisa berkembang di wilayah Karanganyar. 

“ Saya berharap, ide kreatif ini, dapat dicontoh oleh para petani lain,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jati, Harayanta, mengungkapkan, pembelian burung hantu  dan pembuatan Rubuhan, berasal dari  Dana Desa (DD) sebesar Rp 20 juta.

“ Pembelian burung kita anggarkan dari dana desa.  Ke depan, kita akan menganggarkan kembali pembelian burung yang semakin langka ini untuk membantu para petani,” katanya.

Ditambahkannya, agar burung hantu ini tidak menjadi korban para pemburu, Desa jati telah menerbitakan Peratura Desa (Perdes)  yang melarang perburuan burung jenis apapun di Desa Jati, termasuk burung hantu. 

Dalam Perdes tersebut, tegasnya, bagi warga atau pemburu yang kedapatan menangkap burung hantu, akan dikenakan denda ebesar Rp2 juta.


Reporter: Iwan Iswanda
Penulis; Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :