Rekomendasi

Arab Saudi Stop Umroh, Biro Travel Berharap Tak Berlangsung Lama

Jumat, 28 Februari 2020 : 14.55
Published by Hariankota

SUKOHARJO -  Kebijakan Pemerintahan Arab Saudi melarang, atau menghentikan sementara perjalanan umrah termasuk kunjungan ke Masjid Nabawi di Madinah secara mendadak, membuat travel biro perjalanan umroh dan haji kalang kabut.

Meski bisa memaklumi, namun larangan akibat penyebaran virus Corona tersebut, dampaknya selain merugi secara finasial, bagi jamaah umroh yang telah terdaftar bahkan ada yang sudah mengantongi visa, batal terbang ke tanah suci. Mereka tertunda sampai batas waktu yang belum di tentukan.

Salah satu biro jasa Umroh dan Haji Zam- Zam Tour and Travel yang beralamat di Jl. Brigjen Katamso No. 90 Pandean, Jetis, Sukoharjo Kota turut merasakan dampaknya. Padahal, dalam jangka waktu dekat, biro jasa ini akan memberangkatkan ratusan jamaah.

"Kami ada jadwal pemberangjatan paling dekat pada 17 Maret mendatang dengan total jamaah sebanyak 197 pack. 

Harapannya semoga pada tanggal itu (sudah) bisa berangkat, karena infonya pengeluaran dan penutupan visa hanya sampai tanggal 13 Maret," kata M Tri Wibowo Direktur Zam- Zam Tour and Travel saat ditemui hariankota.com, Jum'at (28/2/2020).

Dari hasil komunikasinya dengan sejumlah rekanan yang berada di tanah suci, saat ini Pemerintah Arab Saudi telah memasang alat detektor untuk mendeteksi masuknya virus Corona. Alat deteksi itu hampir sama dengan yang dipasang di Bandara Singapura.

"Kebetulan bersamaan dengan keluarnya larangan itu, hari ini jamaah kami ada yang pulang setelah selesai umroh. Jumlahnya ada 48 jamaah, Alhamdulillah pas hari ini. Jadi mereka tidak dipaksa pulang, karena memang sudah jadwalnya pulang," terangnya.

Namun begitu, Tri juga mendapat kabar bahwa sejumlah jamaah dari biro travel lain yang berada di Madinah saat mau umroh ke Mekkah distop. Mereka diperiksa satu - persatu dan akhirnya tidak boleh masuk ke Mekkah.

"Banyak calon jamaah umroh yang akan berangkat bertanya tentang kondisi dan kepastian jadwal keberangkatan. Mengingat ini diluar kekuasaan kami, maka kami tenangkan, dan mereka bisa mengerti. Karena ini kebijakan dari Arab Saudi, bukan kesalahan biro atau airlane (maskapai-Red)," imbuhnya.

Terpisah, Muh. Arif Hanafi Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Sukoharjo mengatakan, terkait larangan sementara pemberangkatan jamaah umroh, pihaknya tidak bisa berbuat apa -apa.

"Kami tidak punya kewenangan apapun. Kewenangan kami sebatas merekomendasikan calon jamaah dalam membuat paspor. Dalam sehari,kami bisa merekomendasikan 10 hingga 20 orang. Paspor tersebut berlaku untuk keberangkatan 6 bulan yang akan datang," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Jumali

Share this Article :