Rekomendasi

Beragam Kisah Ibu Hamil saat Mengikuti Seleksi CPNS Pemprov Jawa Timur

Sabtu, 15 Februari 2020 : 19.00
Published by Hariankota
SURABAYA - Beragam kisah menarik dari para ibu hamil yang mengikuti tes Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur di Graha Unesa, Surabaya.

Seorang perempuan berinisial L misalnya ia nekat mengikuti tes CPNS di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebagai guru meskipun tengah hamil sembilan bulan.

"Ini tadi sudah pembukaan kedua, tapi saya masih nekat untuk ikut seleksi CPNS. Tapi mau gimana lagi siapa tahu rezekinya di sini," tutur perempuan asal Surabaya ini, yang enggan dipublikasikan namanya ini.

Bahkan karena telah mengalami pembukaan dua pada kandungannya membuat panitia seleksi CPNS harus ekstra mengawasi perempuan yang mengajukan lamaran sebagai guru BK di salah satu SMK negeri di Surabaya. "Alhamdulillah sampai saat ini masih kuat. Semoga saja nanti bisa lolos," lanjutnya.

Sementara itu, Nia salah seorang peserta CPNS asal Malang mengaku dirinya tengah hamil tiga bulan dan pulang rawat inap di rumah sakit pasca pendarahan.

"Seminggu sebelum tes ini saya pendarahan dan harus rawat inap bedrest di rumah sakit. Tapi karena ini ada tes CPNS ya mau nggak mau berangkat ke Surabaya, meskipun sebenarnya tidak boleh," jelasnya.

Nia mengaku nekat berangkat ke Surabaya ditemani suaminya demi memperjuangkan nasib ia sekeluarga. "Ya dokter sih sebenarnya tidak memperbolehkan berangkat ke Surabaya, karena memang masih belum aman dan terancam keguguran," lanjutnya.

Kisah menarik perjuangan ibu muda juga dialami Fania, perempuan asal Sidoarjo ini memaksakan diri untuk mengikuti seleksi CPNS meski dua hari sebelumnya baru saja melahirkan melalui operasi sesar.

"Dua hari yang lalu saya melahirkan melalui operasi sesar dan mengalami pendarahan, sebenarnya hari ini belum pulih betul kondisinya. Tapi berusaha untuk maksimal demi CPNS ini," terangnya.

Sebenarnya dirinya selama hamil tak mengalami masalah berarti, meski rumahnya yang di pinggiran Kota Sidoarjo dirinya mengajar di salah SMK negeri di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

"Selama hamil padahal tidak masalah. Saya pulang pergi rumah sekolah lumayan jauh, bahkan hujan - hujanan tidak masalah. Tapi setelah melahirkan operasi sedikit pendarahan, terlebih saya menderita darah tinggi," kisahnya.

Di sisi lain, pihak panitia seleksi CPNS Pemprov Jawa Timur mengaku telah menyiapkan sejumlah pelayanan 'ekstra' kepada sejumlah peserta yang hamil dan sakit.

"Kita sediakan jalur masuk khusus ke ruang tes dan pelayanan khusus. Jadi peserta ibu hamil dan yang sakit kita berikan akses khusus, yang berbeda dengan peserta lainnya," ucap Suyanto, salah seorang panitia tes kepada okezone.

Dari pantauan di Graha Unesa, sejumlah ibu hamil dan peserta yang sakit, baik laki - laki dan perempuan dikumpulkan tersendiri. Peserta yang mendapat perlakuan khusus ini memasuki area dengan menggunakan lift untuk menuju ruangan tes yang berada di lantai empat.

Sedangkan peserta seleksi CPNS yang sehat dan 'nornal' diharuskan menaiki anak tangga untuk menuju lokasi ruangan tes.

"Di ruangan tes juga duduknya sendiri. Kita taruh depan dan dekat dengan kamar kecil karena biar mudah untuk mengawasi. Kita siapkan juga tim medis bilamana ada kejadian yang tidak diinginkan," paparnya.

Sebagai informasi Pemprov Jatim menyelenggarakan seleksi CPNS sejak tanggal 8 Februari kemarin hingga 26 Februari 2020 mendatang di Graha Unesa yang berada di Jalan Raya Citra Raya Unesa, Lidah Wetan, Surabaya.

Seleksi CPNS dibagi dalam empat sesi sejak pukul 08.00 hingga pukul 17.30 WIB. Setidaknya ada 54.600 orang yang mengikuti seleksi CPNS yang telah lolos seleksi administrasi dari 57.314 peserta yang mendaftar.


Reporter: Miadaada
Penulis: Miadaada
Editor: Gunadi



Share this Article :