Rekomendasi

Berkas Tahap Satu Dugaan Perusakan Hutan Lereng Lawu, Dilimpahkan Ke Kejari

Senin, 17 Februari 2020 : 19.21
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Satuan reserse dan kriminal (Sat Reskrim) Polres karanganyar, melimpahkan berkas perkara kasus dugaan perusakan hutan lereng Gunung Lawu ke Kejakasaan Negeri Karanganyar. Pelimpahan berkas perkara tahap pertama menyusul telah selesainya proses penyidikan yang dilaukan oleh Unit II tindak pidana tertentu (Tipidter)  Sat Reskrim Polres Karanganyar.

Kasat reskrim Polres Karanganyar, AKP Ismanto Yuwono, melalui Kanit II Tipidter, Iptu Herawan, kepada hariankota.com, melalui telepon selularnya, Senin (17/02/2020) mengatakan, dalam proses penyidikan  dugaan perusakan hutan di lereng Gunung Lawu, yang berada  di kawasan hutan lindung petak 45-2 RPH Tlogo, BKPH Lawu tara, KPH Surakarta, pihaknya telah meminta keterangan sebanyak 12 orang saksi. Setelah seluruh proses penyidikan selesai, ujarnya, berkas perkara langsung dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri  Karanganyar.

“ Sudah kita limpahkan beberapa hari lalu. Sekarang kami masih menunggu petunjuk tim jaksa peneliti dari kejaksaan Negeri Karanganyar, apakah nantinya dinyatakan lengkap atau masih ada kekurangan,” jelasnya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, tim penyidik menetapkan satu tersangka, yakni Suwarto,  pelaksana  lapangan  yang memerintahkan perobohan pohon pinus dengan alat berat, karena dianggap membahayakan pekerjanya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Akhmad Muhdor, melalui Kasi Pidum, Muhammad Adib Adam, kepada hariankota.com, membenarkan jika tim penyidik  Unit II Sat Reskrim telah melimpahkan berkas perkara dugaan perusakan hutan dengan tersangka Suwarto.

Berkas tersebut, tegasnya,  masih dilakukan penelitian jaksa lebih dulu hingga 14 hari ke depan. Setelah itu, jelasnya,  baru bisa dipputuskan,  apakah berkas tersebut  dinyatakan lengkp (P21) atau belum lengkap (P19).

‘’Jadi sekarang masih dilakukan penelitian lebih lanjut lagi,'' tandasnya.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, Kepolisian resor (Polres) Karanganyar menetapkan Suwarto (ST) sebagai tersangka dalam kasus peruskan hutan yang berada di kawasan hutan lindung petak 45-2 RPH Tlogo, BKPH Lawu tara, KPH Surakarta. Suwarto adalah pelaksana  lapangan  yang memerintahkan perobohan pohon pinus dengan alat berat, karena dianggap membahayakan pekerjanya.

Dugaan  kasus perusakan hutan tersebut dilakukan oleh tersangka sejak awal bulan Januari 2020 lalu, dan tersangka  merupakan yang bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan  tersebut dengan menumbangkan pohon pinus dikawasan hutan, dengan menggunakan bulldozer serta mesin pemtong kayu.  Rencananya, ujar Kapolres, kawasan hutan lindung tersebut,  akan   dibangun salah satu objek  wisata.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 UU 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman satu tahun penjara, maksimal 5 tahun atau dengan denda Rp2,5 miliar.

Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor : Mahardika

Share this Article :