Rekomendasi

Dugaan Pelanggaran Netralitas, Lima ASN Sukoharjo Dipanggil Bawaslu

Rabu, 19 Februari 2020 : 20.32
Published by Hariankota

SUKOHARJO – Menindaklanjuti surat Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo memanggil lima ASN dilingkungan Pemkab Sukoharjo untuk mengklarifikasi temuan dugaan pelanggaran netralitas menjelang Pilkada 2020.

Ketua Komisioner Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto menyampaikan, lima ASN yang dipanggil terdiri dua pejabat eselon 2, yakni AS dan NH, dua pejabat eselon 3, yakni MS dan DW, dan seorang guru SD berinisial WAS.

"Minggu kemarin KASN mengirim surat pada kami, agar melakukan pemanggilan pada lima ASN Pemkab Sukoharjo, untuk dilakukan klarifikasi atas dugaan pelanggaran netralitas ASN.” kata Bambang saat ditemui hariankota.com, Rabu (19/2/2020).

Pemanggilan klarifikasi kepada lima ASN tersebut, menurut Bambang sudah disampaikan dengan dibagi dua, yakni untuk AS dan NH dilakukan, Selasa (28/2/2020) kemarin. Namun dengan alasan sedang dinas luar kota, keduanya tidak hadir di kantor Bawaslu.

"Dengan belum hadirnya AS dan NH, maka kami mengagendakan untuk memanggil ulang yakni hari Jumat besuk." ujar Bambang.

Sedangkan untuk tiga ASN lainnya, sedianya diharapkan hadir pada Rabu ini. Namun setelah ditunggu hingga sore hari, baru WAS yang telah hadir memenuhi undangan sesuai jadwal.

"Tadi baru WAS yang hadir memenuhi undangan. Sementara dua lainnya sampai sore hari, belum ada keterangan hadir atau tidak," tuturnya.

Disinggung apakah masih ada temuan lain terkait indikasi pelanggaran netralitas ASN, Bambang menyatakan, mengingat belum masuk masa kampanye, sejauh ini Bawaslu hanya menunggu laporan atau hasil temuan pengawasan.

"Jika ada temuan ASN lainnya yang diragukan netralitasnya, kami siap menindaklanjuti. Masyarakat bisa melaporkan ke Bawaslu juga," tegas Bambang


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :