Rekomendasi

Harga Bawang Putih di Karanganyar Merangkak Naik

Rabu, 05 Februari 2020 : 19.28
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Harga bawang putih jenis cutting di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan.
Pantauan hariankota.com, sebelum mengalami kenaikan, harga bawang putih ini berada dikisaran harga  Rp31.000 hingga  Rp32.000  per kilogram. 

Pariyem, salah satu pedagang di ppasar Jungke Karanganyar Kota, Rabu (05/04/2020) mengatakan, kenaikan harga bawang putih ini secara bertahap sejak sepekan terakhir. Saat ini, ujar Pariyem, harga bawang putih Rp56.000 per kilogram.

“ Naiknya bertahap mas. Karena harga beli naik, maka saya juga menaikkan harga,” ujarnya.

Kendati mengalami kenaikan harga, Pariyem tidak mengurangi persediaan bawang putih dagangannya. Setiap hari, jelas Pariyem, memiliki persediaan bawang putih cutting sebanyak 20 kilogram. Ditambahkannya, kenaikan harga ini, juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen.

“ Kenaikan jeas berpengaruh mas. Meski demikian, saya tetap  memiliki persediaan, jiak sewaktu-waktu ada pesanan dalam jumlah besar,” kata dia.

  Pedagang lainnya Satini, mengungkakan, harga bawang putih cutting dijual Rp 56 ribu per kilogram, sedangkanuntuk harga bawang yang sudah dkupas,  dijual Rp 60 ribu perkilo. Kenaikan harga juga berpengaruh terhadap daya beli konsumen. 

“ Kenaikan sudah seminggu ini mas. Kami juga tidak tahu apa penyebab kenaiakan harga bawang putih ini,’ ungkapnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi,  Kepala Seksi (Kasi) Kasi Usaha Bidang Perdagangan Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Eko  Supriyadi menjelaskan, untk mengetahui pergerakan harga kebutuhan pokok setiap hari, pihaknya menggunakan lima responden atau pasar.

Menurut Eko, berdasarkan data lima responden pasar tersebut diketahui harga  bawang cutting di Pasar Palur yakni Rp 56 ribu perkilogram, di Pasar Tawangmangu Rp 60 ribu per kilogram, di Pasar Jungke Rp 57 ribu per kilogram, di Pasar Jambangan Rp 60 ribu per kilogram dan di Pasar Jatipuro Rp 56 ribu per kilogram 

“ Kenaikan tersebut disebabkan beberapa faktor. Namun  secara umum karena kebutuhan dan persediaan. Apabila ingin mencari tahu hingga ke hulu, kami  harus bekerja sama dengan dinas terkait seperti  Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, apa benar produksi menurun, apa karena faktor cuaca atau hama,” jelasnya.
Untuk melindungi konsumen, Eko menambahkan,  opsi yang bisa dilakukan adalah dengan  melakukan Operasi Pasar (OP) di lokasi yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayuwati


Share this Article :