Rekomendasi

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen, Oknum Pengacara Belum Ditahan

Selasa, 18 Februari 2020 : 14.00
Published by Hariankota
JAKARTA - Oknum pengacara berinisial RHS, tersangka kasus dugaan pemalsuan dokumen surat, dikabarkan masih menghirup udara bebas, meski telah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kasus ini sendiri bergulir usai pimpinan Aishin Law Firm, Berman Nainggolan selaku mantan partner RHS, melapor ke Polres Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Dari hasil penyidikan, RHS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, tak juga dilakukan penangkapan.

Agenda persidangan pada 13 Februari 2020 bergulir, perkara RHS mulai disidangkan dalam agenda dakwaan, usai sidang RHS juga tidak dilakukan penahanan.

Menurut kuasa hukum pelapor, Rio Tambunan Aishin mengatakan agar terdakwa di tahan. Hal itu mengacu pada Pasal 21 ayat (1), (4) huruf a KUHAP yang menjerat terdakwa.

"Kalau dari pelapor harapannya terdakwa segera dilakukan penahanan dengan status tahanan Rutan/badan. Dan menurut ketentuan Pasal yang didakwakan juga terdakwa sangat memungkinkan untuk ditahan serta syarat yang diatur dalam pasal 21 ayat (1), ayat (4) huruf a KUHAP," ungkap Rio Tambunan kepada awak media, Senin 17 Febuari 2020.

Berbagai alasan yang diterima pihak pelapor dari pengadilan membuat tanda tanya besar bagi kuasa hukum, pihak Rio merasa seolah terdakwa diistimewakan. Rio mendesak ada perlakuan adil bagi setiap warga negara dimata hukum.

"Apasih keistimewaan terdakwa sehingga pengadilan memberi status tahanan kota, yang notabene terdakwa seorang penegak hukum dan seharusnya ada alasan pemberat. Katanya negara kita menganut asa persamaan dalam hukum (aquality before the law) tetapi kenapa asas itu tidak diterapkan kepada terdakwa," tegas Rio.

Untuk itu Rio, meminta agar masyarakat yang merasa tidak mendapatkan keadilan agar berani bersuara. Agar hukum bisa tegak sesuai dengan faktanya.

Agenda presidangan akan kembali digelar pada Kamis lusa tanggal 20 Februari 2020, dengan agenda keterangan Jaksa Penuntut Umum.

Reporter: Jay
Penulis: Jay
Editor: Gunadi

Share this Article :