Rekomendasi

Jaksa Tuntut Kades Girimulyo Lima Tahun Empat Bulan Penjara

Kamis, 06 Februari 2020 : 18.54
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Tim jaksa penuntut umum  Kejaksaan negeri (Kejari) Karanganyar , menuntut Suparno, kepala desa Girimuly yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan peneyelewengan dana desa serta dugaan punutan liar  Pensertifikatan Tanah Dengan Sistematika Lengkap (PTSL), dengan tuntutan lima tahun empat bulan  penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Akhmad Muhdhor, melalui Kepala seksi (Kasi) tindak pidana khusus, Muhammad Mahdy, kepada hariankota.com, di ruang kerjanya, Kamis  (06/02/2020), mengatakan, dalam  sidang yang digelar di Pengadilan Tondak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, pada hari Rabu (05/02/2020) tersebut, tim jaksa penuntut umum, menilai, terdakwa terbukti bersalah sacara sah dan meyakinkan  melangar pasal 3 jo pasal 18 UU  31 tahun 99 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana yang diubah dengan  UU 20 tahun 2001 dan dakwaan kedua pasal 12 huruf e UU 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dijelaskannya, berdasarkan fakta yang terngkap dalam persidangan, bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi dua klasifikasi delik sebagaimana yang diatur dalam pasal 3 dan pasal 12 huruf e UU no 20 tahun 2001. Sehingga terdakwa dituntutu dengan tuntutan dari dakwaan komulatif.

“ Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, serta berdasarkan keterangan para saksi, kami meminta kepada majelis hakim Tipikor Semarang, untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana lima tahun empat bulan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan serta denda sebesar 300 juta subsider tiga bulan kurungan dan  membayar uang pengganti  senilai R21, 829  juta,” kata Muhammad Mahdy, Kamis (06/02/2020).

Ditambahakannya, dalam proses persidangan tersebut, yang terbukti adalah dugaan penggelapan dana desa sereta dugaan pungutan liar PTS.

“ Setelah tahapan pembuktian, di  persidangan, dari fakta hukum yang ada, setelah kami analisa secara yuridis, bahwa perbuatan terdakwa telah memenuhi dua unsur delik yang masuk di dalam uraian perbuatan terdakwa sendiri,” ujarnya.
Agenda sidang selanjutnya, Muhammad Mahdy mengungkapkan, dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com  sebelumnya, Suparno yang merupakan kepala desa Girimulyo,Kecamatan Ngargoyoso  dilaporkan warganya terkait dugaan penyelwengan dana desa dan dugaan pungutan liar PTSL, dengan total kerugian Negara  sebesar Rp1,1 miliar.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi
 


Share this Article :