Rekomendasi

Jalur BMX Tamkot I 'Makan' Korban, Aleg PSI: Perbaiki dan Jangan Tambah Anggaran

Rabu, 26 Februari 2020 : 21.15
Published by Hariankota
TANGSEL - Jalur bermain sepeda BMX di Taman Kota I, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 'memakan' korban. Salah seorang anggota komunitas tersebut harus cedera kaki, karena tidak sesuainya arena yang dibangun di taman yang baru saja diresmikan tersebut.

Dikatakan Al salah seorang anggota komunitas BMX bahwa, salah seorang rekannya saat ini cidera pada bagian pergelangan kaki, karena terpental dari arena.

"Kita lagi coba kekuatan track itu (jalur BMX) mas. Karena tidak standar, ya temen saya cidera, karena mental. Track itu juga kurang padat, jadi goyang. Kayaknya dalamnya kopong itu," kata Al kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Salah seorang Anggota Legislatif (Aleg) dari Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel Alexander Prabu menuturkan bahwa dirinya pun mendapatkan informasi serupa, perihal terjatuhnya salah seorang warga saat mencoba bermain di arena BMX tersebut.

""Saya banyak dapat Keluhan dari warga, salah satunya adalah jalur sepeda BMX dan Skatepark yang tidak sesuai ekspektasi, kesaksian warga sudah pernah ada dua kali kecelakaan," ujar Pria yang biasa disapa Alex itu.

Alex melanjutkan, dia mendesak agar pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel untuk segera memperbaiki dan menata ulang lintasan BMX dan Skatepark. Sehingga tidak menjadi pekerjaan rumah dikemudian hari seperti gedung DPRD.

"Saya minta pemkot untuk segera memperbaiki, agar kondisinya tidak sama seperti gedung DPRD, setelah di serahterimakan kondisi nya tidak terawat. Ini kan baru diserahterimakan, jadi masih tanggung jawab pihak ketiga. Jadi tolong perbaiki dan jangan lagi meminta tambahan anggaran, karena ini masih tanggung jawab kontraktor," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil renovasi Taman Kota I mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat. Terutama dari anak-anak komunitas BMX dan Skateboard. Seperti yang diungkap anggota Komunitas BMX, Fadli, mengatakan, bahwa hasil renovasi tidak sesuai standarisasi permainan ketangkasan.

“Contoh saja lekungannya, terus untuk jarak ancang-ancangnya juga pendek. Lengkungan media untuk bermain itu bahaya banget, soalnya kalo kita mau jumping, pasti mental, karena ngga sesuai standartnya,” ungkap Fadli.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Ferdinan


Share this Article :