Rekomendasi

Jokowi : Sendimentasi Waduk Gajah Mungkur Terus Terjadi, Karena Hulunya Nggak Pernah Diurus

Sabtu, 15 Februari 2020 : 19.04
Published by Hariankota

WONOGIRI- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggugah kepedulian masyarakat Kabupaten Wonogiri untuk ikut berperan mengurangi sendimentasi (pendangkalan) Waduk Gajah Mungkur dengan penghijauan guna mencegah erosi.

Pantauan hariankota.com, hal itu disampaikan Jokowi saat melakukan kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (15/2/2020).

Desa Jatisari yang dikunjungi Presiden bersama Ibu Negara Iriana berserta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar ini, merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang yang cukup berandil besar atas sedimentasi ke Waduk Gajah Mungkur. 

"Di Provinsi Jawa Tengah ini ada waduk yang namanya Waduk Gajah Mungkur. Tetapi setiap tahun 3,2 juta meter kubik sedimen yang masuk ke waduk. Kenapa itu ada? Setiap tahun dikeruk muncul lagi. 
Karena hulunya enggak pernah diurus. Ini yang mau kita urus," ujar Jokowi.

Menginggat sedimentasi dapat memperpendek usia waduk dari yang diperkirakan, oleh karenanya diperlukan upaya pengendalian erosi dan sedimentasi melalui rehabilitasi hutan dan lahan dengan skema agroforestri.

Agroforestri merupakan sistem penanaman perpaduan tanaman kehutanan, seperti vetiver dengan tanaman pertanian yang memiliki nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Tapi yang paling penting, ini (ditanam) di tempat-tempat yang curam, di tempat-tempat yang mudah longsor, di tempat-tempat hulu yang fungsi mengikat tanahnya, itu penting, ini yang harus ditanam," tegas Presiden.

Tanaman vetiver sendiri bekerja layaknya besi kolom bangunan yang masuk menembus lapisan tanah, dan pada saat bersamaan menahan partikel tanah dengan akar serabutnya guna mencegah erosi oleh angin dan air. Oleh pemerintah, penanaman tanaman vetiver ini tengah digalakkan . 

Tentang pemilihan sistem Agroforestry, Menteri Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, adalah keinginan dari masyarakat Jatisari Wonogiri sendiri. Tujuannya untuk mengembangkan pembudidayaan dengan cara tumpang sari (pohon sengon dan tanaman jagung) dengan unggulan yaitu, pohon sengon. 

“Dalam pelaksanaan nanti akan di kelola olah masing-masing kelompok tani. Keinginan dari warga akan memproduksi bibit dengan ribuan bibit yang bisa di andalkan dan akan menyangga Sub DAS Bengawan Solo, Sub DAS Keduang yang bermuara ke sungai Bengawan Solo,” tandasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :