Rekomendasi

Kadis Kesehatan Bali Tegaskan Bali Masih Aman Korona Virus

Rabu, 05 Februari 2020 : 01.30
Published by Hariankota
DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya menegaskan bahwa Pulau Bali masih aman dan belum ada kasus yang menyatakan pasien tersebut suspect virus corona.

Menurutnya saat ini virus corona belum terdeteksi masuk Bali. Sehingga pihaknya sangat menyayangkan pemberitaan yang simpang siur yang mengakibatkan kekhawatiran masyarakat yang menyebut keberadaan pasien suspect corona.

“Inilah yang harus kita pahami bersama, jangan sembarangan nyebut suspect," paparnya.

Sebab secara medis untuk menyebut suspect ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Selain menunjukkan gejala fisik berupa demam, batuk, pilek nyeri tenggorokan dan pneumonia, seorang bisa disebut suspect corona bila punya riwayat ke China atau wilayah/negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala serta pasien tersebut harus melalui scan thorax/paru-paru unruk mengetahui apakah ada infeksi atau tidak.

"Selain itu, yang bersangkutan sempat kontak dengan kasus terkonfirmasi corona atau mengunjungi fasilitas kesehatan di negara dimana infeksi corona telah dilaporkan”, ujarnya kepada awak media seperti dikutip dari situs resmi pemprov Bali.

Meski hingga saat ini virus baru dengan kode 2019-nCoV belum terdeteksi masuk Bali, namun pihaknya tetap menyiapkan langkah pengendalian dan tata laksana penanganan sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Sejumlah rumah sakit rujukan untuk penanganan corona yaitu RSUP Sanglah, RS Sanjiwani Gianyar dan Rumah Sakit Tabanan," terangnya.

Pemerintah Provinsi Bali sampai saat in terus melakukan kerjasama yang baik dengan KKP Kelas I Denpasar untuk melakukan dan pengawasan ketat di pintu masuk Bandara Ngurah Rai serta pelabuhan Benoa dan walaupun mulai Rabu (5/2) tepat pukul 00.00 WIB penerbangan dari Indonesia ke Cina dan sebaliknya sudah ditutup.

"Meski begitu  kami tetap menyiagakan alat thermal scanner mengingat virus corona sudah menyebar ke 23 negara”, ujarnya.

Kepada masyarakat dihimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan berita-berita hoaks yang membuat masyarakat panik dan khawatir.

"Masyarakat juga dihimbau untuk mengedepankan pola hidup sehat serta menghindari kontak dengan orang yang menderita infeksi pernafasan akut," pesannya.



Reporter: Made Sugandha
Penulis: Made Sugandha
Editor: Gunadi






Share this Article :