Rekomendasi

Kadispora Tangsel: Hanya 20 Organisasi Pemuda yang Aktif

Rabu, 19 Februari 2020 : 17.32
Published by Hariankota
TANGSEL - Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Wiwi Martawijaya mengatakan hanya 20 organisasi pemuda yang aktif dan sering berinteraksi dengan Pemerintah Kota (Pemkot).

Dua puluh organisasi pemuda tersebut, didominasi oleh organisasi kemahasiswaan di Kota Tangsel.

"Kalau yang aktif dan seringkali berinteraksi dengan kita itu hanya 20 organisasi pemuda. Itu pun didominasi organisasi kemahasiswaan," kata Wiwi usai menghadiri acara pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tangsel, di Pusat Pemkot Tangsel, Rabu (19/2/2020).

Menurutnya, berdasarkan Undang-undang (UU) Kepemudaan, batasan usia muda disepakati 16-30 tahun. Namun, katanya lagi, di Kota Tangsel masih banyak kepengurusan organisasi pemuda yang diatas usia 30 tahun.

"Kan di Tangsel ini banyak yang pengurusnya rata-rata sudah diatas 30 tahun. Dalam Undang-undang kan jelas. Oleh sebab itu, nanti kita lihat regulasinya. Di Tangsel juga sudah dibuatkan Peraturan Daerah (Perda) soal kepemudaan, jadi nanti lebih tertata," tambahnya.

Undang-undang Kepemudaan, imbuh Wiwi, menjadi tonggak dimana regenerasi harus tetap berjalan di Negara Indonesia ini.

"Disitu (UU Kepemudaan) dimaksudkan agar regenerasi tetap berjalan. Bagaimana pun, pemuda memiliki peran penting dalam pembangunan," tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Benyamin menegaskan, 60% penduduk Kota Tangsel didominasi oleh pemuda. Banyak hal, tambah Benyamin, yang dapat dilakukan dan dikembangkan oleh pemuda di Kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius tersebut.

"Dari total penduduk Tangsel 1,6 juta itu, 60% pemuda. Jadi pemuda memiliki peran penting, terlebih di Kota Tangsel banyak teknologi-teknologi yang ada, untuk dapat dikembangkan dan dipelajari oleh pemuda yang ada,"terangnya.

"Sehingga, Tangsel perlu pemuda yang kreatif, tangguh, dan memiliki keinginan besar untuk maju. Fasilitas ada, tinggal mau digunakan atau tidak. Saya mendorong agar pemuda kedepan lebih inovatif dalam mengembangkan pengetahuan dan jati dirinya," pungkas pria yang akrab disapa Bang Ben itu.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :