Rekomendasi

Kejari Tangsel 'Longok' DPRD, Soal Toilet.?

Senin, 24 Februari 2020 : 13.51
Published by Hariankota
TANGSEL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendatangi Kantor DPRD, beberapa waktu lalu. Hal tersebut dibenarkan Sekretaris DPRD, Chaerul Soleh.

Chaerul mengatakan, kedatangan staf Kejari Tangsel tersebut, mempertanyakan permasalahan pembangunan dan perawatan yang beberapa waktu lalu sempat ramai di media massa.

"Iya (Didatangi Kejari Tangsel) betul. Hanya ngecek pembangunan dan perawatan gedung, termasuk toilet," kata Chaerul kepada wartawan, Senin (24/2/2020).

"Cuma melihat keadaan gedung aja. Ngga ada yang lain," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Sumber Kejari yang enggan disebutkan namanya menyatakan pihaknya belum mengetahui perihal kedatangan staff ke DPRD Tangsel. Sumber menuturkan akan berkoordinasi dan menelusuri kebenaran kabar tersebut.

"Saya belum tahu. Nanti coba saya cek dulu, nanti saya koordinasikan jika sudah dapat infonya," ujar Sumber.

Sebelumnya, kabar mengenai buruknya keadaan toilet dan Gedung DPRD Kota Tangsel sempat merebak ditengah masyarakat. Seperti yang diberitakan, bahwa gedung tersebut baru genap satu tahun diserahterimakan Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR), namun sudah terdapat kerusakan dibeberapa bagian. Selain toilet yang rusak dan bau, Ruang Rapat Paripurna pun kerap bocor kala hujan turun.

Aji Bromokusumo salah seorang Anggota Komisi IV dari PSI pun menanggapi bahwa, gedung yang telah menghabiskan uang rakyat hingga Rp. 200 miliar tersebut tidak berkualitas, jika dibandingkan dengan kondisi didalamnya.

"Yang menjadi pertanyaan, dari kontraktor kondisi seperti itu kok bisa diserahterimakan ke DBPR, dan mau (terima) Berita Acara Serah Terima (BAST) kondisi seperti itu, dan lebih jauh kenapa diserahterimakan ke Setwan dan mau terima? Itu bukan sekedar perbaikan toilet, gedung itu perlu diaudit menyeluruh. Fraksi PSI tidak ingin berpikir indikasi apapun. Kami hanya ingin memastikan bahwa Rp. 200M uang rakyat itu tepat peruntukannya yaitu rumah kita bersama seluruh rakyat Tangsel yang bisa dibanggakan, kualitas yang sesuai dengan Rp. 200M itu tadi," kata Aji kepada wartawan, Selasa (11/2/2020).

"Jika ada indikasi lain apapun, itu ranah pihak-pihak berwenang terkait dan berkompeten yang menelisiknya. Fraksi PSI sekali lagi menegaskan bahwa rumah rakyat Tangsel haruslah layak dan pantas disebut rumah rakyat," tambahnya.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :