Rekomendasi

Kesulitan Input Data, Ini Tanggapan Masyarakat Soal Sensus Online

Kamis, 27 Februari 2020 : 18.55
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Pelaksanaan sensus penduduk secara online yang  dimulai sejak 15 Februari 2020 lalu, tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus.

Di sejumlah wilayah di karanganyar, salah satu kendala yang dihadapi adalah ketika proses online dilakukan oleh para orang tua yang tidak memahami teknologi. Disisi lain, sensus online ini juga menghadapi kendala di daerah yang sulit signal jaringan internet.

Tri, salah satu warga Jatiyoso, kepada hariankota.com, Kamis, (28/02/2020) sore mengatakan, dia bersama keluarganya kesulitan melakukan input data. Pasalnya, di daerah tempat tinggal mereka, kesulitan jaringan internet nirkabel.

“ Mau input data susah mas. Karena memamng wilayah tempat tinggal kami, sangat susah signal. Karena kesulitan signal, saya terpaksa harus ke desa tetangga untuk mendapatkan signal yang bagus dan stabil,” kata Tri.

Sementara itu, untuk mengantisipsi  kendala yang dihadao]pi, terutama masalah jaringan internet, pada saat menunggah data, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karanganyar menambah server penyedia layanan sistem berbasis nirkabel. 

Masing-masing satu server akan melayanai  wilayah Kabupaten Karanganyar di sisi barat, tengah dan timur.

Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) BPS Karanganyar untuk Colomadu, Mindiarso mengatakan pemasangan tiga server tersebut tergolong efektif. Aktivitas pengunggahan data oleh petugas SP di masing-masing wilayah dapat ditopang servernya.

“Kekuatan sinyal berlainan untuk wilayah tertentu. Sehingga BPS memasang server yang mengakomodir aktivitas unggah data petugas. Wilayah Karanganyar dibagi tiga, yakni server barat, tengah dan timur. Meski demikian, kita berharap, penamabahan server ini, dapat membantu masyarakat melakukan SP secara online,” katanya.

Dijelaskannya, dalam SP online, warga diminta mengisi nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) di laman situs https://sensus.bps.go.id/ kemudian mengikuti langkah-langkahnya. Mindiarso mengatakan wilayah kerjanya di Colomadu tergolong mudah menangkap sinyal internet. Namun belum tentu pengisian dan mengunggah data lancar.

“Aplikasi ponsel yang terlalu banyak seringkali menghambat login. Baiknya memakai ponsel pintar dengan minimal ram 2 GB.  Usahakan tidak sedang multitasking saat melakukan pengisian data kependudukan,” jelasnya, Kamis 922/02/2020).

Tidak hanya kendala soal jaringan, SP secara online yang beru pertama kali dilakukan ini, juga menghadapi kendala, terutama bagi kalangan orang tua. Kondisi ini, berbeda dengan masyarakat yang telah mengerti dan memahami teknologi.

Agus Kiswadi, saah satu warga Karanganyar Kota, kepada hariankota.commengatakan, selama pengisian sensus penduduk online memang tidak ada kendala apapun. Hanya memerlukan data berupa NIK maupun KK untuk login ke dalam situs.

"Tidak ada kendala, hanya memerlukan pengisian data NIK maupun KK. Bagi saya pribadi cukup mudah, terlebih bagi masyarakat yang memiliki jam kerja tinggi. Cukup memakai handphone maupun komputer selesai," kata dia, Kamis (28/02/20200.

Kondisi bebeda dihadapi oleh para orang tua yang tidak memahami teknologi dan tinggal sendirian di rumah. Seperti yang dialami oleh Supadmi, warga Jaten, Karanganyar. Ia terpaksa harus meminta bantuan tetangganya untuk melakukan input data.

“ Lah gimana mas. Saya tidak punya hand phone, saya juga tidak mengerti apa itu sensus online. Saya memang punya KTP dan KK. Jadi untuk memasukkan data, saya harus meminta bantuan pak RT,” ujarnya.

Reporter; Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali


Share this Article :