Rekomendasi

Komisi II DPR RI Desak Pemerintah Tuntaskan Tenaga Honorer

Sabtu, 29 Februari 2020 : 18.45
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Persoalan guru honorer hingga saat ini, masih belum juga tuntas.

Untuk itu, Komisi II DPR RI, mendesak pemerintah agar menuntaskan persoalan honorer ini,  sehingga ada kepastian dan kejelasan mengenai status para honorer yang selama puluhan tahun mengabdi.

Hal tersebut dikatakan anggota panitia kerja (Panja) Komisi II DPR RI, Paryono, kepada hariankota.com serta awak media lain, Sabtu (29/02/2020). 

Menurut Paryono, pegawai  pemerintah, berdasarkan   Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai  pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Namun faktanya, menurut Paryono, masih ada tenaga honorer  K 2 dan tenaga honorer non katagori. 

Dijelaskannya, saat ini, tenaga P3K  yanag telah lolos seleksi namun belum memperoleh Surat Keputusan (SK) sebanyak 50.000 orang di seluruh Indonesia. 

Untuk itu, melalui Panja, Komisi II DPR RI mendesak pemerintah agar menuntaskan tenaga P3K ini, dengan memberikan SK sekaligus pemberian gaji.

“ Saat ini Panja Komisi II DPR RI sedang bekerja  dan mendesak pemerintah untuk menuntaskan tenaga P3K dan honorer, sehingga ada kejelasan status mereka,” kata Paryono, Sabtu (29/02/2020).

Disisi lain, Paryono menuturkan, untuk tenaga honorer K 2 yang sampai saat ini belum memiliki nasib yang jelas, pemerintah diminta agar memberikan kuota dalam setiap proses penerimaan PNS.Tenaga honorer K 2, ujar Paryono,  mereka yang digaji oleh sekolah atau instansi bersangkutan tanpa ada sama sekali alokasi dari APBD dan APBN.

“ Pengangkatan honorer K 2 ini menjadi ASN, terkendala UU ASN.   Harus ada aturan spesial atau khusus untuk honorer K2 dalam penerimaan dan pengangkatan ASN.  Setidaknya ada kuota yang diberikan kepada mereka dalam setiap proses seleksi ASN. Jika tidak ada aturan khusus, atau hak istimewa,  maka sampai kapanpun mereka tidak akan bisa diangkat menjadi ASN ,” tegasnya.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Kadek Arya Wiguna



Share this Article :