Rekomendasi

Lempar Kaca Bus Hingga Pecah, Tiga Pengamen Jalanan Dikeler Polisi

Senin, 10 Februari 2020 : 16.07
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Jajaran Polres Sukoharjo berhasil menangkap tiga pengamen jalanan yang melempar bus penumpang umum PO. Langsung Jaya  di Jalan Ahmad Yani, simpang empat Gembongan, Kecamatan Kartasura. 

Akibat dilempar menggunakan batu, kaca belakang dan kaca pintu penumpang sebelah kiri bus yang disopiri Anton Prabowo (39), warga Norowangsan, Pajang, Laweyan, Solo pada, Sabtu (7/2/2020) petang kemarin pecah.

Ketiga pelaku seluruhnya berasal dari Kabupaten Klaten, mereka adalah, MFG (23) warga Gading Santren, Belang Wetan, Klaten Utara ; EIS (19) warga Manggala Sangkal Putung, Bareng Lor, Klaten Utara ; dan YE (18) warga Segawoh, Karangwungu, Karangdowo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, didampingi Kasat Reskrim, AKP Nanung Nugroho, kepada hariankota.com dan awak media lain saat rilis, Senin (10/2/2020) menyampaikan, peristiwa berawal saat bus PO. Langsung Jaya berangkat dari Jogyakarta menuju Solo. 

"Setiba di daerah Jonggrangan Klaten, pelaku MFG yang mengendarai sepeda motor jenis bebek protolan, tiba - tiba langsung memotong jalan bus. Karena kaget, spontan sopir membunyikan klakson serta menegur pelaku," tutur Kapolres.

Tidak terima atas teguran itu, pelaku lantas membuntuti bus hingga traffic light perempatan Gembongan, Kartasura. Sebelumnya rantai sepeda motor pelaku sempat lepas di daerah Karangwuni, Klaten. 

Disana, pelaku bertemu dua pelaku lainnya yang sedang mengamen dan lantas diajak serta mengejar bus.

"Sampai di TKP, saat itu bus berhenti karena lampu traffic light menyala merah. Dua pelaku, MFG dan EIS yang membonceng kemudian turun mendekat dan menggedor - gedor body bus. Karena tidak direspon, mereka lantas melempar bus dengan batu, dan tanduk sapi hingga kaca belakang dan samping pecah," ungkap Bambang.

Melihat ulah para pelaku ini, awak bus dan masyarakat sekitar yang kebetulan melihat, berupaya mengejar dan menangkap. 

Alhasil, MFG berhasil diamankan masyarakat untuk selanjutnya dibawa ke kantor Polisi. Sedangkan EIS sempat berhasil kabur bersama YE yang menunggui sepeda motor. 

"Setelah dilakukan pengembangan berdasarkan keterangan pelaku yang sudah ditangkap, dua pelaku lainnya yang berhasil kabur dapat ditangkap di daerah Klaten bersama bearng bukti 1 unit sepeda motor yang digunakan membuntuti bus," imbuh Kapolres.

Dari bukti - bukti yang didapat, dan dikuatkan fakta adanya laporan, maka terhadap tersangka dapat diduga telah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan dimuka umum secara bersama - sama terhadap barang maupun orang dengan melanggar Paal 170 KUHP.

"Para tersangka pelaku ini terancam hukuman kurungan penjara maksimal 5 tahun, 6 bulan penjara. Saat ini mereka sudah kami tahan," tutup Kapolres.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi




Share this Article :