Rekomendasi

Lepstospirosis Mewabah, Karanganyar Waspada

Senin, 03 Februari 2020 : 20.40
Published by Hariankota

KARANGANYAR - Peningkatan kasus  Leptospirosis yang terjadi di Karanganyar dalam kurun waktu lima tahun terakhir, memaksa kabupaten yang berada di wilayah Lereng Lawu ini waspada terhadap penyakit yang disebabkan oleh kencing tikus ini. 

Puncak dari serangan Leptosprosis ini, pada awal tahun 2020, telah merenggut empat nyawa warga Karanganyar, dari 7 kasus yang terjadi.

“ Dalam kurun waktu lima tahun terakhir memang mengalami peningkatan. Puncaknya pada awal tahun 2020 ini. Dari tujuh kasus, empat orang meninggal dunia,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Karanganyar (DKK) Karanganyar, Fatkhul Munir, kepada hariankota.com, Senin  (03/02/2020).

Menurut Fatkhul Munir, meski mengalami peningkatan, serangan Leptospirosis ini, belum termasuk  kejadian luar biasa (KLB), dan baru tahap kewaspadaan. Untuk itu, ujar Fatkhul Munir, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat.

“  Saya pikir belum kejadian luar biasa. Masih tahap kewaspadaan saja. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga pola hidup sehat dan menjaga keberisihan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan, wabah Leptospirosis ini, lebih disebabkan karena pola hiduP sehat yang ada di masyarakat, sehingga menurut bupati, tidak perlu adanya penetapan status apapun.

“ Tidak perlu pernyataan apapun terhadap penyakit  yang disebabkan oleh bakteri melalui kencing tikus ini. Ini hanya pola hidup bersih. Kebersihan lingkungan haraus dijaga. Jangan sampai ada genangan air, agar tidak ada penyebab yang diakibatkan oleh kencing tikus yang menyebar di genangan air itu,” kata bupati, usai deklarasi  Pilkades Damai di salah satu hotel di Karanganyar, Senin (03/02/2020).

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, penyakit Leptospirosis, mulai mengancam Karanganyar, terutama di wilayah kecamatan Colomadu,  Kecamatan Gondangrejo dan Kecamatan Tasikmadu.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan disebarkan melalui urine ( air kencing, red) tikus ini, telah membawa korban empat warga meninggal dunia. Informasi yang dihimpun hariankota.comempat warga yang meninggal dunia tersebut berasal dari kecamatan Tasikmadu , Colomadu dan Gondangrejo.

Jumlah kasus Leptospirosis ini, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya 2 sampai 3 kasus.  Peningkatan jumlah kasus penyakit ini, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Karanganyar.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi



Share this Article :