Rekomendasi

Mayat Pria Gantung Diri Dipohon Makam Desa Gegerkan Warga

Minggu, 16 Februari 2020 : 13.37
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Warga Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo geger. Sesosok mayat pria ditemukan tergantung di salah satu pohon makam desa setempat.

Mayat yang diduga bunuh diri ini masih tergantung di pohon dengan seutas tali tambang ketika pertama kali ditemukan, Minggu (16/2/2020 ), sekira pukul 07.30 WIB.

Letak makam yang berada di pinggir jalan tak urung membuat temuan itu menyebabkan kemacetan lantaran banyak warga yang mendengar, berdatangan penasaran ingin melihat dari dekat.

"Tadi kami mendapat laporan dari masyarakat,  ada orang tergantung di pohon yang ada di makam Congculi," kata Kapolsek Kartasura, Polres Sukoharjo AKP Dani Permana Putra kepada hariankota.com di lokasi.

Olah TKP dan pemeriksaan luar dilakukan polisi bersama petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Ngemplak. Saat ditemukan, posisi mayat yang masih tergantung memakai kaos motif garis merah dan celana oendek jeans warna biru, tanpa mengantongi kartu identitas apapun.

Diduga korban datang ke makam malam hari saat kondisi sekitar sedang sepi dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun warna hitam, nopol AD 3139 IH.  Sejumlah batu - batu merah juga ditemukan berserakan tepat dibawah kaki mayat. Kemungkinan, batu bata tersebut digunakan untuk pijakan kaki.

Dari penelusuran yang dilakukan, akhirnya terkuak  identitas mayat berdasarkan keterangan keluarga yang datang ke lokasi setelah berhasil  dihubungi, korban bernama Aris(44) warga Desa Ngloji, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

"Korban diketahui sudah 6 tahun ini tidak tinggal serumah dengan istrinya yang berada di Klaten. Oleh keluarga memang diketahui depresi sejak lama dan memiliki riwayat penyakit epilepsi. Dari keluarga juga mengatakan pernah mendengar keinginan korban untuk bunuh diri," tutur Kapolsek.

Hasil dari olah TKP dan pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda - tanda penganiayaan. Hanya saja oleh pihak keluarga tidak menginginkan untuk dilakukan otopsi ke rumah sakit. Mereka meminta agar korban bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

" Tadi setelah kami lakukan pertemuan di Polsek, pihak keluarga yang diwakili kakak korban, dan kemudian disusul istri korban sendiri juga datang, akhirnya jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan di Karangdowo, Klaten tempat tinggal istrinya," tutup Dani.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi


Share this Article :