Rekomendasi

Perbaikan Hanya Separuh, Warga Ancam Blokade Jalan Ki Sahal

Kamis, 27 Februari 2020 : 21.42
Published by Hariankota
SERANG - Warga Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang akan melakukan blokade di Jalan Ki Sahal. Hal ini dilakukan, apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tak kunjung melakukan perbaikan jalan rusak tersebut. Sebab, selama puluhan tahun jalan itu belum tersentuh pembangunan, baik perbaikan maupun pemeliharaan.

Ketua RW 2, Lingkungan Lopang Cilik Agus Abdurahman mengatakan, masyarakat ingin Jalan Ki Sahal layak digunakan dan dinikmati oleh seluruh pengguna jalan. Apabila, Pemkot Serang belum melakukan perbaikan jalan, maka masyarakat akan melakukan blokade dan tidak memperbolehkan warga lain melewatinya.

"Kami, warga Lopang sudah satu komitmen akan memportal jalan ini, dan hanya boleh dilewati oleh warga. Kami portal bukan lagi jadi jalan umum, tapi jalan warga. Tadi juga dewan mengaku akan memperjuangkan perbaikan jalan ini, semoga saja ini bukan pepesan kosong dan hanya memberikan harapan palsu, karena janji ini sering terjadi," katanya, Rabu (26/2/2020).

Ia bersama warga Kelurahan Lopang menolak, apabila perbaikan jalan hanya dilakukan dari kantor Kelurahan menuju Lopang Indah. Sebab, Jalan Ki Sahal merupakan penghubung antara Lopang Indah menuju SMPN 3 Kota Serang hingga ke Polsek Serang. "Kemudian, setiap paginya hampir seribu orang melewati Jalan Ki Sahal ini, belum siang harinya. Yang urgent adalah Jalan Ki Sahal bukan jalan itu," katanya.

Ia juga mengaku selama dirinya berada di lingkungan tersebut Jalan Ki Sahal belum tersentuh pembangunan apa apun, baik perbaikan jalan maupun pemeliharaannya. "Sudah 15 tahun jalan ini belum pernah tersentuh pembangunan, masyarakat pun mempertanyakan ini, kenapa tidak segera diperbaiki. Karena kami pun taat dalam membayar pajak, dan permintaan perbaikan jalan ini hak kami," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Roni Alfanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Lurah Lopang dan masyarakat untuk bersama-sama memperbaikinya. Sebab, untuk perbaikan tersebut tidak bisa di anggarkan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Murni 2020.

"Sebenarnya sudah pernah diperbaiki, tapi ternyata rusak lagi dan ini ada drainase yang terputus. Kalau ini tidak segera diperbaiki, maka akan terus rusak. Jadi salah satu caranya harus disambungkan. InsyaAllah kami akan mengawal bersama, kemudian anggaran juga ini sudah tidak bisa menggunakan APBD Murni. InsyaAllah nanti pada perubahan," katanya.

Sebab, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak bisa langsung mengerjakan pekerjaan jalan rusak tanpa adanya perencanaan. Kemudian, rusaknya jalan Ki Sahal akibat saluran drainase yang terputus. Oleh sebab itu jalan air tertutup dan menggenang di area jalan umum, sehingga mengakibatkan jalan mudah rusak.

"Jadi kami kawal bersama untuk penganggaran drainase dan perbaikan jalan ini di APBD perubahan. Nanti kami ajukan, tapi kami juga akan meminta RT/RW untuk membuat proposal, jadi kami tinggal mengawal. Kami akan upayakan pada anggaran perubahan ini untuk perbaikan Jalan Ki Sahal," ujarnya.

Sementara, Kepala DPUPR Kota Serang M Ridwan mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan perbaikan jalan dan drainase atau satu paket. Namun, sebagai antisipasi dan kebutuhan warga yang mendesak, Pemkot Serang akan melakukan pemeliharaan di jalan tersebut. "Untuk panjang jalan dari depan Ki Sahal sampai Lopang Indah itu sekitar 700 meter, tapi kami tangani 300 meter dulu, dengan anggaran sekitar Rp 200 juta," ucapnya.

Ia mengatakan, pemeliharaan jalan tersebut ditarget selesai sebelum Hari Raya Idulfitri. Kemudian, pihaknya juga saat ini sedang melakukan inventarisir terhadap jalan poros yang ada di Kota Serang.  "Termasuk kondisi dan keberadaannya, baru setelah itu kami akan tingkatkan menjadi SK Wali Kota Serang, jadi bukan lagi jalan poros. Sehingga nanti tidak ada tumpang tindih dengan Perkim (DPRKP)," katanya.

Untuk pemeliharaan jalan poros, Ridwan menyebutkan, telah menganggarkan Rp 5 miliar yang dianggarkan melalui APBD Murni 2020. "Kalau pemeliharaan kami menganggarkan Rp 5 miliar. Kemudian, kami juga berharap anggaran pemeliharaan ini dapat ditingkatkan. Sebab, per satu kilo idealnya menghabiskan Rp 1 miliar," tuturnya.



Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor; Gunadi


Share this Article :