Rekomendasi

Pilkada Sragen, Rekomendasi PDIP Turun, Pasangan Petahana Bubar

Rabu, 19 Februari 2020 : 22.15
Published by Hariankota
SRAGEN - Pasangan bupati daan wakil bupati petahana,  Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Dedy Endriyatno, secara resmi bubar.

Pasalnya, dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sragen yang akan digelar pada bulan September 2020 mendatang, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) mengeluarkan rekomendasi kepada Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai bakal calon bupati  yang akan berpasangan dengan politisi asal PKB, Suroto, sebagai bakal calon wakil bupati.

Turunnya rekomendasi DPP tersebut, membuka lebar  peluang bagi partai politik lain, untuk berkoalisi dan membentuk poros baru menghadapi  PDIP da PKB. Kepada awak media, Sekretaris  DPW Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro menilai peluang untuk membangun poros baru sangat terbuka lebar.

"Sangat terbuka peluang untuk segera berkoordinasi. Soal posisi pertama atau kedua itu urusan belakang.  Yang jelas, kami  mendorong kader untuk bertarung dalam Pilkada Sragen," ujarnya Rabu (19/2/2020).

Menurut Sriyanto, munculnya pesaing dalam Pilkada Sragen ini, akan jauh lebih baik, daripada dengan calon tunggal. Soal peluang Gerindra mengusung calon, Sriyanto menegaskan,  saat ini partainya juga tengah mendorong kader-kader yang potensial untuk maju.

"Saya berharap ada kader yang maju.  Berbagai kemungkinan masih bisa terjadi. Bisa saja kami berkoalisi karena selama ini juga sudah komunikasi dengan PKS. Juga dengan partai-partai lain,” jelasnya.

Terpisah,  Ketua DPD Partai Keadilan Sosial (PKS) Sragen, Idris Burhanudin, mengaku baru menegetahui dan mendengar jika untuk calon wakil bupati ditujukan kepada politisi PKB, Suroto.

Kepada awak media, Idris menegaskan, jika bupati petahana  menggandeng Suroto, partainya juga akan mengambil langkah koordinasi dengan tim pemenangan. Idris mengungkapkan, pihaknya telah melakukan  komunikasi dengan semua parpol yang ada di Sragen.

Baik dari PAN, Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan Golkar. Hanya saja soal penentu rekomendasi, nantinya sepenuhnya berada di tangan Pusat.

“ Dengan enam kursi, PKS tidak memungkinkan mengusung pasangan sendiri. Oleh karena itu, kami segera mengambl lagkah dan berkoordinasi dengan partai lain untuk melakukan koalisi.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi
 


Share this Article :