Rekomendasi

Populasi Babi Terbesar Ketiga se-Jateng, Sukoharjo Negatif Virus ASF

Senin, 17 Februari 2020 : 19.19
Published by Hariankota
SUKOHARJO - Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo memastikan, wabah demam babi Afrika atau virus African Swine Fever (ASF) dan Hog Cholera yang telah menyebabkan kematian ribuan ekor babi di sejumlah daerah, belum ditemukan di Sukoharjo.

Sebagai daerah yang memiliki tingkat populasi ternak babi terbesar ketiga di Jawa Tengah (Jateng), Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti menegaskan, secara serius pihaknya telah melakukan upaya pengawasan dan pencegahan.

"Inikan masalah penyakit hewan ternak, kami selalu rutin mengadakan pemeriksaan, membatasi keluar masuknya hewan ternak. Termasuk menerapkan aturan tentang hewan ternak yang masuk kesini harus ada surat keterangan kesehatannya," kata Netty saat ditemui hariankota.com, Senin (17/2/2020).

Begitu juga untuk hewan ternak yang akan keluar dari Sukoharjo, surat keterangan sehat sudah menjadi syarat utama yang harus disertakan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan masuknya virus, salah satunya ASF yang belum ada penangkalnya itu.

"Kalau untuk ternak babi sendiri, saat ini di Sukoharjo sudah mulai berkurang pasca musibah banjir beberapa waktu lalu. Beberapa peternakan yang berlokasi di sekitar sungai Bengawan Solo telah memindahkan lokasinya ke Karanganyar," ungkapnya.

Kerjasama dengan Balai Besar Veteriner Wates disebutkan Netty, secara berkala juga dilakukan untuk lebih memastikan kesehatan hewan ternak tersebut dengan cara melakukan pengecekan untuk mencari sampel - sampel virus secara dini.

"Kepada para peternak sudah kami sampaikan melalui sosialisasi tentang penyakit itu. Utamanya yang diharapkan untuk menghindari penyakit hewan ternak adalah kebersihan lingkungan dan pakannya. Jika pakan itu berasal dari makanan bekas sisa restoran, maka harus dimasak dulu," ujarnya.

Tidak hanya itu saja langkah yang telah dilakukan, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo saat ini juga melarang masuknya hewan ternak babi dari daerah yang terkena serangan virus AFS dan Hog Cholera.

"Dari upaya -upaya itu, sampai sejauh ini kami bisa menyatakan, Sukoharjo bebas dari wabah demam babi Afrika dan Hog cholera," tandas Netty

Jurnalis : Sapto
Editor : Mahardika

Share this Article :