Rekomendasi

Sejumlah Siswa Jadi Korban Saat Susur Sungai, Ini Penjelasan Pembina Pramuka SMPN 1 Turi

Sabtu, 22 Februari 2020 : 20.17
Published by Hariankota

SLEMAN – Sejumlah siswa SMPN 1 Turi menjadi korban jiwa terseret arus air dalam kegiatan susur Sungai Sempor di Donokerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. Susur sungai tersebut dilakukan dalam kegiatan pramuka.

Terkait kejadian tersebut, Riyanto yang merupakan salah satu guru SMPN 1 Turi sekaligus pembina pramuka menjelaskan bahwa para siswa berangkat sekira pukul 13.15 WIB. Kemudian pada pukul 15.00 WIB terjadi peristiwa itu.

"Saya ikut pembina pramuka, tapi tidak ikut ke susur sungai, karena hujan saya nunggu di sekolah. Sebelum anak-anak pulang, saya juga tidak pulang," jelasnya, Jumat 21 Februari 2020, dikutip dari KRJogja.

Ia menerangkan, siswa yang ikut susur sungai datanya ada di masing-masing Dewan Penggalang (DP). Ada dua regu yang melakukan kegiatan susur sungai tersebut.

"Saya kelupaan mencatat berapa persis siswa yang ikut susur sungai," ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Kombes Yuliyanto mengatakan susur sungai yang dilakukan saat kegiatan pramuka ini melibatkan siswa kelas VII dan VIII.

Rinciannya kelas VII sebanyak 129 siswa. Dari jumlah tersebut yang sudah melaksanakan absensi sebanyak 51 siswa dan yang belum 78.

Sedangkan siswa kelas VIII sebanyak 127 siswa. Mereka yang sudah absensi 120 siswa, sementara yang belum 7 siswa.

"Hasil penyisiran hingga saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada enam orang," paparnya.

Kepala Basarnas Yogyakarta Lalu Wahyu Efendi menegaskan bahwa korban meninggal hingga pukul 22.00 WIB kemarin ada enam siswa. Sementara empat siswa lainnya hingga kini masih terus dicari.

"Pencarian akan fokus melalui darat. Pencarian di dalam air kami hentikan sementara," katanya.

Rencananya pencarian di dalam sungai akan kembali dilakukan pada hari ini, Sabtu (22/2/2020), mulai pukul 06.00 WIB.



Reporter: Krjogja
Penulis: Krjogja
Editor: Jumali
Share this Article :