Rekomendasi

Setelah Sempat Menghilang, Akhirnya Pelaku Dugaan Penipuan Sepeda Motor, Diamankan

Rabu, 26 Februari 2020 : 18.13
Published by Hariankota
SRAGEN - Setelah sempat menghilang lebih dari dua pekan, akhirnya, Mustakim (38), sales supervisor Nusantara Sakti Sragen, akhirnya menyerahkan diri ke Polres setempat  Rabu (26/02/2020) sekitar pukul 11.00 Wib. 

Mustakim yang diduga mlakukan penipuan terhadap ratusan konsumen dealer sepeda motor Nusantara Sakti Sragen tersebut,

Mustakim yang merupakan warga  Desa Bendo, Sukodono, Sragen itu menyerahkan diri setelah sempat menghilang sejak kasus dugaan penipuan ini mencuat dan dilaporkan ke Polres Sragen,  10 Februari 2020  lalu. Informasi yang dihimpun hariankota.com dua pekan lebih,  Mustakim  bersembunyi di Riau bersama anak istrinya.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, kepada awak media, membenarkan jika  Mustakim sudah  diamankan di Polres siang ini tadi. Saat ini, menurut Kapolres, Mustakim,  menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Sat Reskrim  Polres Sragen.

“ Mustkim sudah kita amankan dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Kami menghimbau  kepada masyarakat yang merasa menjadi korban, untuk bisa datang ke Polres dengan membawa bukti-bukti yang sesuai. Polres akan memproses dan menangani kasus ini  sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Kapolres.

Hal senada dikatakan Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno. Kepada masyarakat yang menjadi korban, agar mempercayakan penanganan kasus itu kepada pihak kepolisian.

"Kami berharap kepada masyarakat untuk bersabar menunggu proses penanganan. Beri kami waktu untuk melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Sebagaimana dierotakan hariankota.com sbelumnya, puluhan  warga melaporkan Mustakim,  supervisor salah satu dealer sepeda motor ke Polres Sragen, Selasa (11/02/2020). 

Puluhan  warga tersebut, tertipu oleh tawaran program dari supervisor tersebut, dengan iming-iming potongan harga  besar-besaran. 

Akibat tawaran bodong tersebut, para   korban  mengalami kerugian puluhan juta rupiah per orang,  dengan kerugian lebih dari Rp 2 miliar.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi



Share this Article :