Rekomendasi

Siaga Wabah Korona, Dinkes Sukoharjo Pantau TKA Asal China

Selasa, 04 Februari 2020 : 17.46
Published by Hariankota

SUKOHARJO- Wabah virus korona asal Wuhan, China yang sudah menjangkit sejumlah negara, disikapi Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukoharjo dengan tindakan memantau kesehatan tenaga kerja asing asal China yang berada di Kabupaten Sukoharjo.

Kepada hariankota.com, Kepala Dinkes Sukoharjo, Yunia Wahdiyanti menyampaikan, TKA China yang akan dipantau terutama mereka yang dalam waktu belum begitu lama, melakukan perjalanan pulang ke negaranya dan kembali ke Sukoharjo.

"Ini merupakan langkah antisipasi penanganan virus korona. Kami membentuk Tim Pemantau untuk melakukan pemantauan kepada tenaga asing asal China, jumlahnya sekira 30 orang," sebutnya saat ditemui di komplek Setda Sukoharjo, Selasa (4/2/2020).

Yunia juga mengatakan, tindakan ini tidak hanya untuk TKA asal China saja, namun juga menyasar kepada warga atau keluarga di Sukoharjo yang berhubungan dengan TKA asal China tersebut.

"Saat ini baru 10 orang yang dipantau kesehatannya karena yang lainnya belum pulang lagi ke Sukoharjo. Dan hasil pantauan tim, 10 orang tersebut negatip, kesehatannya dalam keadaan normal," terangnya.

Menurut Yunia, sejumlah TKA asal China yang belum kembali bekerja di Sukoharjo, sangat dimungkinkan terkendala travel warning. Untuk itu, fokus pemantauan saat ini juga menyasar TKA asal China yang belum pernah mudik namun baru saja mendapat kunjungan keluarga yang datang dari China. 

Menyinggung tentang kesiapan jika ada temuan suspect korona, Direktur RSUD Ir Soekarno, Gani Suharto menjelaskan, sebagai rumah sakit pemerintah sekaligus rumah sakit rujukan, RSUD sudah menyiapkan satu ruang isolasi untuk menangani pasien virus korona. 

"Kami sudah menyiapkan satu ruang isolasi untuk merawat pasien yang diduga terkena virus korona. Pelaksanaannya ditangani oleh dokter spesialis paru dibantu oleh tenaga kesehatan lainnya. Kebetulan kami punya pengalaman menangani flu burung, SARS dan MERS beberapa waktu lalu," tandas Gani.

Seperti diketahui, sejumlah pabrik besar berskala internasional berdiri di Sukoharjo dengan jumlah karyawan mencapai puluhan ribu. Diantara karyawan tersebut terdapat tenaga ahli yang merupakan pekerja asing asal China. Namun keberadaan mereka belum disebutkan di pabrik apa.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Gunadi



Share this Article :