Rekomendasi

Soal Pilkada Tangsel, Pengamat: Kader Parpol Banyak yang Ngga Berkualitas

Rabu, 05 Februari 2020 : 17.31
Published by Hariankota
TANGSEL - Kontestasi politik dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang, banyak diwarnai calon-calon yang berasal dari non partai politik (Parpol). Hal tersebut membuktikan bahwa, kader dari masing-masing partai justru tidak diperhitungan oleh Parpolnya sendiri.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Financial Reform Institute Ichsan Modjo bahwa kurang berkualitasnya kader, membuat parpol 'ogah' mengusung untuk menjadi Walikota atau Wakil Walikota di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Kan ada beberapa variabel penilaian dari parpol, soal elektabilitas dan kemampuan finansial menjadi salah satu indikator kualitas kader untuk dicalonkan. Saat ini, jika fenomenanya tidak ada kader yang diusung oleh parpol, bisa jadi dua alasan tersebut yang membuat parpol mengusung pihak lain," kata Ichsan kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).

Saat ini, pertarungan calon walikota Tangsel hanya memunculkan beberapa nama yang justru didominasi kalangan birokrasi dan akademisi. Sebut saja Siti Nur Azizah, Tomi Patria, Muhammad, Benyamin Davnie yang dari kalangan birokrasi. Ada pula Suhendar, Fahd Pahdepie, yang disebut-sebut berasal dari kalangan akademisi.

Hal serupa dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel, Wanto Sugito. Wanto menyatakan bahwa hasil survey independent Partai PDI Perjuangan, memunculkan nama-nama bakal calon (Balon) Walikota Tangsel. Namun, dari hasil survey yang dilakukan, tidak satupun kader Partai Moncong Putih tersebut menjadi yang diperhitungkan.

Wanto menjelaskan, dari nama-nama hasil survey, muncullah tiga nama seperti Benyamin Davnie, Muhammad dan Siti Nur Azizah yang masih populer di kalangan masyarakat.

"Dari hasil survey, hanya ada tiga nama yang masih diperhitungkan masyarakat. Ada Pak Ben, Pak Muhammad dan Bu Siti Azizah," kata Wanto beberapa waktu lalu.


Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi



Share this Article :