Rekomendasi

Tokoh Muda Bawa Gagasan Disruption, Mampukah Bersaing di Pilkada Tangsel?

Selasa, 04 Februari 2020 : 17.21
Published by Hariankota
TANGSEL - Kader dari organisasi Suara Kreasi Anak Bangsa (SKAB) Bagas Ario Bimo menginginkan perubahan soal kepemimpinan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Gagasan disruption yang diinginkan, tentunya perlu digaungkan tokoh muda dalam pertarungan Pilkada Serentak, September 2020 mendatang.

"Representasi kepemimpinan muda dalam membangun kota kedepan, sangat prospektif seiring dengan era demografi dan disruption. Ditandai dengan meledaknya angkatan muda dan pergeseran paradigma offline ke online di segala bidang. Tokoh muda harus diberi ruang dalam Pilkada, setidaknya diakomodasi dalam posisi wakil walikota," kata Bagas kepada wartawan, Selasa (4/2/2020).

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PSI Kota Tangsel Andreas Ari menuturkan, cara-cara lama dalam hal kepemimpinan sudah kurang pas dilakukan di era demografi, terlebih di Kota yang bertajuk Cerdas, Modern dan Religius.

"Saya rasa harus melihat konteks (disruption)nya. Perubahan untuk sebuah perbaikan untuk pembangunan ke arah yang baik, pengalaman bisa dipelajari sih bang. Anak muda itu bagian tidak terpisahkan dari suatu bangsa, tentunya PSI berusaha menjadi menjadi jembatan penghubung anak muda dengan pemikiran disruption dengan kondisi real yg ada, sehingga bisa menciptakan terobosan baru," kata Andreas.

Andreas menambahkan, PSI sebagai partai yang memiliki ideologi melawan korupsi dan intoleransi, gagasan-gagasan disruption anak muda atau milenial menjadi salah satu 'pasar' untuk dimenangkan.

"Kalo tokoh muda bersaing, tentunya selalu ada opportunity (kesempatan) yang bisa kita manfaatkan, tentunya melihat peta pergeseran kondisi masyarakat, kita akan selalu mencoba menawarkan gagasan untuk memenangkan hati masyarakat. Ideologi kita melawan korupsi dan Intoleransi, kebetulan segmen milenial jadi salah satu marketnya," tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Benyamin yang juga turut dalam kontestasi menyatakan, perlu diberikan kesempatan kepada anak-anak muda dalam mengimplementasikan gagasan disruption kearah yang lebih baik.

"Saya meyakini, sesederhana apapun yang namanya gagasan, pasti bagus karena dia lahir dari sebuah pemikiran mendalam. Apalagi gagasan besar yang dimiliki kaum muda, pasti bagus. Gagasan itu akan teruji pada saat implementasi di masyarakat. Jadi uji sahih gagasan itu ketika dia diterapkan di masyarakat," kata Benyamin.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi


Share this Article :