Rekomendasi

Ulah Oknum LSM dan Wartawan, Semakin Meresahan Sekolah Di Sragen

Senin, 24 Februari 2020 : 21.18
Published by Hariankota
SRAGEN - Sejumlah sekolah di kabupaten Sragen, kembali mngeluhkan ulah oknum yang mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta yang mengaku wartawan. 

Oknum LSM dan wartawan ini, sering mendatangi sekolah dan menanyakan perihal pengeolaan dana BOS.

Infomai yang dihimpun hariankota.com, serta menurut keterangan kepala sekolah, mereka  biasanya datang lebih dari satu orang, mengaku sebagai wartawan dari tabloid atau media online.

Namun menurutnya media itu selama ini tidak beredar luas dan diyakini juga tidak terdaftar resmi di Pemkab.

“ Mereka datang bergerombol dengan menunjukkan kartu pers dengan menanyakan penegeolaan dana BOS, prouek sekolah serta apenerimaan siswa baru. Aada jga yang menawarkan proposal dikalt jurnalisti dengan biaya jutaan rupiah, namun kami tolak. Karena ditolak, mereka malah mengeluarakan kata-kata kasar,” ujar Sarno, Kepala sekolah SMKN Miri 1, Sragen,  Senin (24/02/2020).

Menurut Sarno, pihaknya sebenarnya tidak alergi didatangi oleh oknum yang mengaku LSM dan wartawan, hanya saja, sekolah merasa risih dan  terganggu dengan banyaknya oknum-oknum seperti itu yangmengancam dengan kata-kata kasar.

“ Kami hanya risih saja mas.Oknum LSM dan wartawan datang silih berganti. Mereka itu datang bukan seperti wartawan yang resmi yang meliput kegiatan atau berita, tapi dengan mematok harga dengan nilai jutaan rupiah,” tegasnya.

Sementara itu,   Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jateng VI, Eris Yunianto meminta kepada para kepala sekolah agar bersikap tegas terhadap oknum yang megaku LSM dan wartawan tersebut.

“ Para Kepala sekolah harus tegas dan harus  berani menolak dengan penjelasan bijak,” kata dia.

Mengenai modus permintaan pengelolaan dana BOS atau data-data proyek sekolah, Eris menegaskan bahwa  UU Informasi Publik yang mengatur. Permintaan data-data itu juga ada mekanismenya, yang tidak serta merta diberikan secara lisan.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto mengimbau kepada Kades atau Kasek, untuk berani menolak jika oknum-oknum itu sudah meminta data di luar kapasitas mereka. 

Bahkan  Tatag  juga  meminta jika  sudah mengarah pemerasan, mengancam  agar dilaporkan ke aparat keamanan.

"Kami imbau, tidak perlu   takut. Kalau memang tujuannya sudah tidak  baik, dan hanya mencari-cari kesalahan dan menakut-nakuti dengan ujung-ujungnya minta sesuatu atau uang, harus dilawan. Anda punya hak menolak. Dan kalau arahnya sudah memeras dan memaksa, laporkan polisi atau aparat terdekat," tukasnya, Senin (24/02/2020).

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :