Rekomendasi

Anak Kliennya Trauma, Kuasa Hukum di Tangsel Sesalkan Tindakan Polisi

Selasa, 31 Maret 2020 : 17.08
Published by Hariankota
TANGSEL - Kuasa hukum Ilham dan Diana warga Perumahan Taman Puri Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel) Sulaiman Sembiring SH menyesalkan sikap anggota kepolisian Polres Tangsel yang hadir tengah malam, sehingga menyebabkan putra-putri pasangan Ilham dan Diana trauma.

Dalam rilis resminya, Sulaiman mengatakan bahwa traumatis yang diduga akibat kehadiran anggota polisi tersebut dengan cara yang disinyalir tidak sesuai prosedur.

"Mereka (anggota Polres Tangsel) datang sekira 00:15 WIB-02:00 WIB dini hari pada Jumat (27/3/2020) lalu, kini membuat trauma anak-anak. Ada anak-anak didalam rumah yang saat ini trauma akibat kepungan dan gedoran tersebut. Anak Pak Ilham dan Bu Diana ada 3 orang, yang laki umur 12 tahun dan 2 tahun, serta yang perempuan umur 5 tahun," terang Sulaiman Sembiring dalam rilis yang diterima wartawan, Senin (30/3/2020).

Sulaiman menjelaskan, awal mula kehadiran polisi terkait dengan persoalan yang dialami kliennya yang kini tengah menjadi saksi dalam masalah jual-beli saham cafe D-82 di Jalan Elang, No 1 Senayan Bintaro Jaya, Sektor 9, Tangerang Selatan.

Nilai keseluruhan saham cafe D-82 itu mencapai Rp 1, 2 milliar. Namun dalam persoalan tersebut, pihaknya mengaku kliennya diperlakukan tidak sesuai prosedur penyelesaian perkara. 

Kata Sulaiman, awalnya cafe D-82 itu milik kliennya dan separuh saham dijual kepada Thomas senilai Rp 600 juta. Singkat cerita, dalam memajukan usaha itu kedua belah pihak mengalami persoalan, sehingga Thomas melaporkan Ilham ke pihak berwajib.

Terpisah, komandan regu (Danru) Satuan Pengaman Taman Puri Bintaro, Sektor 9, Dedi (40), saat dijumpai membenarkan ada polisi didepan rumah No 16 Blok PB 42, Sektor 9, Perumahan Taman Puri Bintaro.

Menurut Dedi, kehadiran belasan polisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan warga komplek Taman Puri Bintaro. Alasannya, kehadiran polisi bersama rombongan datang dalam komplek permukiman warga tengah malam.

"Iya, kehadiran mereka sangat mengganggu kenyamanan warga komplek. Apalagi kehadirannya rombongan dan datang tengah malam. Tadi Pak RT juga sampai datang, memang disini sebenarnya kalau tamu dibatasi jam 11 malam. Apalagi dengan situasi Corona saat ini kan bikin kaget penghuni komplek," kata Dedi.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wibisono menyatakan akan memeriksa kebenaran hal tersebut (anggota kepolisian yang datang tengah malam).

"Nanti saya cek dulu yah," pungkas Kasat Reskrim.

Share this Article :