Rekomendasi

Antisipasi Penyebaran Covid-19,Pemkab Karanganyar Kurangi Jam kerja

Kamis, 19 Maret 2020 : 18.25
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Setelah meliburkan seluruh siswa di semua tingkatan, kini pemerintah kabupaten (Pemkab)  Karanganyar mengurangi jam kerja bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Jika selama ini, Pemkab Karanganyar menerapkan jam kerja, mulai pukul 07.30 hingga pukul 15.30, melalui surat edaran bupati, jam kerja  bagi pegawai pemerintah ini berubah menjadi jam 08.00 sampai pukul 13.00 Wib.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai rapat koordinasi mengantisipasi penyebaran visrus Corona (Covid-19), kepada hariankota.com, Kamis (19/03/2020) menyatakan, pnguranagn jam kerja ini berdasarkan surat edaran Kemenpan dan Kemendagri, mengenai pengurangan jam kerja. Menindaklanjuti surat edaran tersebut, Pemkab Karanganyar melalui surat edaran bupati, mengurangi jam kerja bagi seluruh ASN.

“Untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran virus corona ini, hal utama yang kami lakukan saat ini adalah dengan melakukan pembatasan terhadap jam kerja. Langkah ini diambil mengingat penyebaran Virus Corona  yang begitu cepat di beberapa wilayah Indonesia dalam kurun waktu singkat,” kata bupati

Sedangkan untuk para guru, tetap diliburkan. Meski libur, ujar bupati, para guru tetap memberikan tugas kepada siswa serta  dan melakkan pemantauan terhadap anak didik di lingkungan masing-masing.

“ Para guru tetap di rumah atau libur. Tapi sekolah tidak boleh kosong. Harus ada piket. Meski libur, para guru diminta   memantau para siswa di lingkungan mereka masing-masing,” ujar bupati.

Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona ini, seluruh objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Karanganyar juga ditutup.

“ Semua objek wisata  yang dikelola pemerintah diliburkan. Seperti kolam renang, car free day, pasar Sabtu, jalur pendakian Gunung Lawu juga ditutup,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Djawoto, memebenarkan jika objek wisata yang dikelola oleh Pemkab Karanaganyar, ditutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sedangkan untuk objek wisata yang dikelola oleh swasta, Titis mengaku tidak bisa melarang dan tidak bisa menjatuhkan sanksi kepada pengelola, jika ada objek wisata yang masih buka.

“ Objek wisata yang dikelola pemerintah memang kita tutup sementara. Kalau yang dikelola swasta, kami tidak bisa mamaksa untuk menutup dan tidak bisa memberikan sanksi. Kami hanya bisa menghimbau, kalau tetap buka, ada syarat khusus dengan menambah fasilitas tambahan, seperti menyediakan  alat pencuci tangan dan membantu melakukan sosialisasi pencegahan virus Corona,” jelasnya.


Jurnalis : Iwan Iswanda
Editor :Mahardika

Share this Article :