Rekomendasi

Bupati Karanganyar: Pemudik Jangan Dipersepsikan Pembawa Covid-19

Senin, 30 Maret 2020 : 15.55
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Penanganan pencegahan meluasnya penyebaran virus Corona (Covid-19), terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten Karanganyar.  Disamping pencagahan yang terus ditindaklanjuti, jua melakukan  pendataan dan memeriksa kesehatan  pemudik yang sudah ada di Karanganyar. 

Hal tersebut dikatakan  bupati Karanganyar, Juliyatmono, usai menerima bantuan sebanyak 30 unit tangki air dari mpoin, Senin (30/03/2020).

Menurut bupati, para pemudik  yang sudah berada di Karanganyar ini, didata dan dilakukan karantina selama 14 hari untuk memantau perkembangan kesehatan mereka. Sehingga, ujar bupati, masyarakat tidak terganggu psikologinya, dan  tidak merasa khawatir dengan kepulangan pemudik.

Bupati juga menegaskan, bagi pemudik yang masuk dengan kendaraan pribadi, segera melapor ke perangkat desa masing-masing dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

“ Bagaimanapun mereka sudah berada di wilayah kita, dan  harus kita terima. Kita akan terus pantau, agar tidak bergerak kemana mana dulu untuk  menyelamatkkan semuanya. Dan mereka yang mudik juga harus sadar, jangan sampai kepulangan mereka  membuat  masyarakat tidak nyaman. Sehingga, tidak ada persepsi di masyarakat,  jika pemudik ini seolah-olah sebagai pembawa  Covid-19.  Itu tidak bagus,” tegas bupati

Ketika disinggung apakah ada kemungkinan akan dilakaukan lock down, bupati mengatakan tidak mungkin dilakukan penutupan. 

Menurut bupati,  Pemkab  hanya menghimbau, dan melakukan pemantauan.

“ Tidak mungkin kita lakukan penutupan. Apa mungkin mereka yang mau pulang kampung harus kita usir? Mereka mau kemana. Selain itu, perekonomian juga haus menjadi perhatian utama. Saya hanya ingatkan, semua orang harus perduli. Dan membantu semuanya,” kata bupati.

Terkait dengan anggaran khusus penanganan Covid-19,  bupati menjelaskan, jika anggaran  yang ada melekat di OPD masing-masing. Bupati mencontohkan,  Dinas kesehatan ada anggaran untuk pencegahan penyakit menular. Anggaran inilah, kata bupati,  ini dialihkan ke pencegahan Covid 19.

“ Kita juga cairkan anggaran tak terduha 1,5 miliar di BPBD dan anggaran di RSUD serta Dinas kesehatan. Kita juga tambahkan honorarium kepada petugas  kesehatan. Saat ini masih kita hitung,” tandasnya.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :