Rekomendasi

Corona Sebabkan Harga Bahan Pokok Naik, Disperindag Tangsel Sosialisasikan Belanja Bijak

Senin, 16 Maret 2020 : 19.33
Published by Hariankota
TANGSEL - Merebaknya virus Covid-19 di kalangan masyarakat, membuat sejumlah bahan pokok di beberapa pasar tradisional beranjak naik. Seperti yang terjadi di Pasar Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Rahma salah seorang pedagang mengatakan bahwa kenaikan bahan-bahan pokok tersebut terjadi dua minggu belakangan ini, sejak tersiarnya berita Virus Covid-19 atau Corona.

"Semenjak ramai berita Corona, beberapa harga bahan mengalami kenaikan, seperti gula, bawang putih dan minyak goreng," kata Rahma, Senin (16/3/2020).

Meski kenaikan harganya tidak terlalu signifikan, namun Rahma mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut berimbas kepada daya beli masyarakat.

"Biasanya saya beli gula harganya Rp 14.000, sekarang jadi Rp 18.000, kalau minyak bervariasi, ada yang harganya Rp 26.000, ada yang Rp 27.000, padahal sebelumnya hanya Rp 22.000," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, meski merebaknya informasi tentang Virus Corona menghimbau masyarakat belanja tidak berlebihan.

"Saat ini yang terpenting adalah menjaga tidak terjadi panic buying, edukasi kepada masyarakat tentang belanja bijak, serta  menjaga ketersediaan pasokan yang tentunya akan berdampak kepada stabilisasi harga," kata Maya.

Maya mengungkapkan, Disperindag Kota Tangsel akan mengambil langkah intensif dengan melakukan pemantauan harga terutama komoditi kebutuhan masyarakat.

"Kami terus melakukan moral situation dengan menghimbau masyarakat untuk belanja bijak, wajar dan tidak panik, serta menghimbau agar para distributor/pelaku usaha untuk tidak menimbun stok bahan pangan dan tetap menjaga stabiltas harga sesuai harga acuan komoditas yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai landasan dalam menilai tingkat kewajaran harga," ungkapnya.

"Selain itu inspeksi ke pasar dan pergudangan untuk memastikan ketersediaan dan kewajaran harga. Jika diperlukan intervensi seperti KPSH (Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga), operasi pasar dan bazar murah berkoordinasi dengan provinsi, pusat dan mitra seperi Bulog, satgas pangan dan lainnya," tandasnya.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi

Share this Article :