Rekomendasi

Dampak Corona, Gula dan Rempah-rempah 'Menghilang' di Pasar Tradisional Tangsel

Sabtu, 21 Maret 2020 : 22.46
Published by Hariankota
TANGSEL - Sejak virus Covid-19 melanda, beberapa komoditi bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beranjak naik. Bahkan, gula disinyalir 'hilang' dari pasaran.

Dijelaskan salah seorang pedagang Rijal bahwa, selain naiknya bahan-bahan pokok , saat ini gula menjadi langka di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangsel.

"Kaya gula kalau sekarang memang jarang, udah gitu harganya mahal mas, beberapa merk gula berkualitas sudah tidak ada barangnya," kata Rijal, Sabtu (21/3/2020).

"Dari harga Rp 560.000 sekarung jadi harga Rp 800.000 sekarung, kalau untuk jual sebelumnya Rp 13.000 perkilo, sekarang saya jadi Rp 18.0000. Ini kedepan akan naik terus kayaknya, abisnya tidak ada barang mas," lanjutnya.

Selain gula, salah seorang pedagang rempah-rempah Ega mengaku kesulitan mendapatkan bahan-bahan seperti jahe, temulawak, dan kunyit.

"Kalau rempah-rempahan tidak sepi, justru rame mas, tapi memang barang sudah mengalami kesulitan dan harganya mahal mas," katanya.

"Jahe itu awalnya jual Rp 45.000 sekilo, sekarang jadi Rp 70.000 sekilo. Kalau temulawak biasanya saya jual Rp 20.000 kemarin sempet jual Rp 40.000, tapi sekarang harganya Rp 30.000. Kalau kunyit naiknya tidak signifikan mas, dari Rp 20.000 jadi Rp 25.000," lanjutnya.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Gunadi


Share this Article :