Rekomendasi

Dirumahkannya KaryawanEdu Park, Dewan Menilai PemkabTidak Memiliki Perencanaan Yang Jelas

Senin, 02 Maret 2020 : 19.06
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Dirumahkannya seluruh karayawa PUD Aneka Usaha yang mengelola lokasi wisata Edu Park dan kolam renang Intanpari, mendapat tanggapan serius dari kalangan DPRD Karanganyar. 

Wakil ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo, kepada hariankota.com, Senin (02/03/2020) meilai jika Pemkab tidak memiliki perencanaan yang jelas terutama mengenai restrukturisasi dan reorganisasi terhadap perusahaan yang  berdiri sejak empat tahun lalu tersebut.

Menurut Rohadi Widodo, sebelum para karyawan dirumahkan, seharusnya dilakukan seleksi calon karyawan baru. Setelah proses seleksi dilakukan dan diperoleh karyawan yang memiliki kemamuan dibidang masing-masing, selanjutnya para karyawan sebelumnya diberhentikan atau dirurmahkan.

“ Perencanaan harus jelas. Seharusnya, sebelum karyawan dirumahkan, rekruitmen haraus berjalan dulu. Setelah selesai, baru ada pemberhentian karyawan. Melihat kondisi ini,seakan- akan ini dipaksakan. Dari segi perencanaannya,saya melihat  tidak tertata dengan baik,” tukasnya.

Sementara itu, mantan ketua komisi B yang ikut membidani  lahirnya PUD Aneka Usaha, Tony Hatmoko, ketika dikonfirmasi hariankota.com, menjelaskan, sejak awal PUD Aneka Usaha ini mengalami kerugian akibat karut marutnya pengelolaan. 

Saat itu ujar Tony, Komisi B mengambil sikap, agar Pemkab Karanganyar melakukan evaluasi kinerja terhadap seluruh karyawan, dengan catatan, karyawan lama yang ada sebelum PUD Aneka usaha ini berdiri, harus dipertahankan.

“ Yang dievaluasi adalah pegawai baru, yang lama dipertahankan. Ini harus jadi pertimbangan,” ujarnya.

Ketika disnggung mengenai operasional sementara yang dilakukan oleh pegawai Satpol PP, Tony menyebut jika hal tersebut tidak benar.Ditegaskannya,  jika akan melakukan rekruitmen karyawan, maka harus dilakukan secara profesional,proporsional dan dilakaukan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan.

“ Jika diisi oleh Satpol PP aka ini tidak pas. Apakah itu sesuai, ya tidak sesuai dan tidak pas. Karena itu bukan bidangnya. Perekrutan atau asesmen itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja, peningkatan kinerja. Asessmen harus dilakukan secara benar,” tegasnya.

Pemberhentian  karyawan Edu Park ini juga mendapat perhatian dari Lembaga Swaday Masyarakat (LSM) Lentera. 

Koordinator LSM Lentera, Hendardi Heru Santoso, menegaskan, sejak proses pembangunan sampai pengeolaan, perusahaan milik pemerintah tersebut, selalu bermasalah akibat salah pengeolaan.

Menurut Heru, tidk sedikit dana yang digelontorkan untuk membiayai perusahaan tersebut. Da saat ini, lanjut Heru, seluruh karyawan bahkan dirumahkan.

“ Ini kan akibat salah dalam pengelolaan. Saya mendesak agar aparat penegak hukum, turun tangan melakaukan audit dan pemeriksaan terhadap perusahaan ini,” kata dia.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Karanganyar, Sutarno, sebelum pelantikan pejabat eselon II,III dan IV di aula BKPSDM, kepada haraiankota.com ,menegaskan jika restrukturisasi dan reorganisasi di PU Aneka Usaha ini berdasarkan Perbup 08 tahun 2020.

“ Dasar resturkturisasi berdasarkan Perbup 08 tahun 2020.Penempatan Satpol hanya petugas sementara sambil menunggu rekruitmen.Rekrutimen segera dilakukan untuk mengisi kekosongan karyawa, Dengan melihat kemampuan dan integritas,” ujarnya singkat. 

sebagaimana diberitkan hariankota.com sebelumnya, seluruh karyawan PUD Aneka Usaha yang mengelola Edu Park, di rumahkan. Pemkab Karanganyar berdalih, para karyawan ini dirumahkan sebgai salah satu upaya reorganisasi dan restrukturisasi organisasi. Seluruh karyawan yang dirumahkan tersebut, dserta dengan pemberian pesangion sesuai dengan masa kerja.

Reporter; Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :