Rekomendasi

Harga Gula di Karanganyar Merangkak 'Manis' Tembus Rp 17 Ribu Perkilo

Jumat, 06 Maret 2020 : 19.43
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Harga gula pasir kristal putih  di sejumlah pasar tradisonal yang berada di Karanganyar, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Saat ini, harga gula pasir menembus harga Rp17.000 per kilogram. Kenaikan harga gula ini di pasaran terjadi sejak sepekan terakhir.

Pantauan hariankota.com, tidak hanya gula pasir, harga telur juga mengalami kenaikan. Meski sempat turun, harga telur sempat menembus angka Rp26.000 pr kilogram.

Demikian halnya dengan harga bawang merah. Sebelumnya harga bawang hanya Rp25.000 per kilogram. 

Saat ini naik menjadi Rp30.000 per kilogram. Sedangkan harga kebutuhan pokok lain, masih stabil.

Kepada hariankota.comYanti (34) salah satu pedagang pasar Jungke Karanganyar Kota, Jumat (06/03/2020) mengungkapkan, kenaikan harga gula yag cukup tinggi ini, terjadi sejak sepekan terakhir. 

Menurutnya, sebelum mengalami kenaikan, harga gula hanya dikisaran angka Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Namun harga gula ini terus mengalami kenaikan hingga di harga Rp17.000 per kilogram. Kenaikan harga gula ini, jelasnya, sempat dikeluhkan oleh para konsumen.

“ Saya tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga gula ini. Kalau soal pasokan sih lancar, tapi ya itu mas, harganya tinggi, dan kenaikan ini juga dikeluhkan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala  seksi (Kasi) Usaha Perdagangan dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja,  Koperasi UMK, Karanganyar, Eko Supriyadi, ketika dikonfirmasi hariankota.com, mengakui jika terjadi kenaikan harga gula pasir dalam sepekan terkahir. Hanya saja, menurut Eko, kenaikan harga ini, bervariasi di masing-masing pasar tradisional.

Seperti di pasar Tawangmangu, harga gula pasir berada di angka Rp16.000 per kilogram, pasar Jambangan Rp16.000, di Pasar Palur Rp16000, Pasar Jatipuro Rp16000 dan harga tertinggi di pasar Jungke Karanganyar Kota yang mencapai Rp17.000 per kilogram.

"Kenaikan ini  kemungkinan karena mendekati bulan puasa, dimana permintaan gula cukup tinggi. Terhadap kenaikan ini, kita belum perlu melakukan operasi pasar,” kata dia.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Rahayuwati



Share this Article :