Rekomendasi

Hujan Abu Merapi, Warga Karanganyar Kesulitan Mendapatkan Masker

Selasa, 03 Maret 2020 : 17.17
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Erupsi Gunung Merapi yang terjad pada hari selasa (03/03/2020) pagi, idak hanya berdampak hujan abu  dilokasi yang dekat Gunung yang berada di perbatasan antara DIY dan Jawa Tengah tersebut. 

Hujan abu juga melanda Karanganyar. Meski hujan abu tidak separah di daerah lain, namun hujan abu ini mengganggu aktifiitas warga, terutama para pengguna sepeda motor.

Pantauan hariankota.comwarga yang beraktifitas, harus menggunakan masker untuk melindungi dari debu. Arga, salah satu pengguna jalan yang akan melakukan aktifitas di Karanganyar, mengaku sejak perjalanan dari rumahnya yang berada  di Solo, sempat merasakan perih di mata akibat terkena abu vulkanik.

“ Ya agak terganggu mas. Mata terasa perih. Beruntung saya menggunakan masker sehingga abu vulkanik tersebut tidak sampai terhirup,” katanya, Selasa (03/03/2020).

Disisi lain, akibat terjadiny erupsi merapi yang menyebabkan terjadinya hujan debu, sejumlah apotik di Karanganyar, kehabisan persediaan masker. Sejumlah warga juga kesulitan untuk mendapatkan masker.

“ Cari masker susah mas. Tadi saya keliling cari masker, semua habis,” ujar Agus, warga cangakan.

Sementara itu, Dian Sari, asisten Apoteker Naura Sehat Apotik, kepada hariankota.com, selasa (03/03/20200 mengungkapkan, selama inii, pihaknya selalu menyediakan dan menjual masker.

Namun, menurut Dian, sejak merebaknya virus Corona, masker kosong.  Ditambahkannya, kalau pun ada, harganya relatif mahal. Jika sebelum virus Corona merebak, harga satu pack masker dengan isi 50 lembar, dibeli dari supplier seharga Rp70.000. Namun saat ini, mengalami kenaikan hingga Rp250.000 samai Rp275.000 per pack.

“ Persediaan kami mulai kosong sejak pertengahan   Februari lalu atau pada saat virus Corona mulai merebak. Kami mau menjual juga tidak berani, karena harganya cukup tinggi. Saat ini, hampir semua apotik juga tidak memiliki persediaan. Bahkan saat hujan debu akibat erupsi merapi, banyak warga yang mencari, tapi memang persediaan kosong,” ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di Apotik Sarwo Sehat. Persediaan masker di apotik yang berada di Jalan Lawu Timur ini, juga kosong. Salah satu staf Apotik mengaku persediaan masker mulai berkurang sejak awal februari 2020 lalu.

“ Kami hanya punya stok satu pack isi lima seharga 20 ribu. Tadi ada 100 pack, satu jam habis,” katanya. 

Reporter: Iwam Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Mahardika



Share this Article :