Rekomendasi

Jelang Pilkada 2020, Seluruh Pengurus Partai Harus 'Jago Lobi'

Sabtu, 07 Maret 2020 : 19.30
Published by Hariankota

TANGSEL - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) para elit mulai melakukan lobi-lobi politik, terlebih partai yang memiliki tidak cukup kursi di parlemen untuk mengusung kandidat calon walikota dan wakil walikota.

Seperti yang dikatakan Ketua Penjaringan Calon Walikota dan Wakil Walikota dari Partai Kebangkitan Bangsa Muthmainah, saat melakukan gelaran visi-misi para kandidat bakal calon di Auditorium STP Sahid, Pamulang, Kota Tangsel.

"Seluruh kader PKB di Tangsel akan ikut menentukan siapa yang paling layak untuk didukung PKB. Yang jelas PKB sendiri sampai saat ini, akan terus melakukan lobi-lobi politik untuk membentuk koalisi mengingat suara hanya empat kursi," ungkap Muthmainah, Sabtu (7/3/2020).

Muthmainan menambahkan, pihaknya telah membentuk Tim Penjaringan Bacalon Walikota dan Walikota Tangsel untuk melakukan penerimaan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangsel mulai 2-13 Oktober 2019 lalu.

Selain menggelar pemaparan visi misi, acara tersebut dibarengi dengan pengukuhan pengurus ranting, yang prosesinya dilakukan oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Acara ini juga diisi dengan pengukuhan pengurus ranting se-Tangsel oleh Ketua Umum DPP PKB H. Muhaimin Iskandar," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya memastikan memberikan porsi penilaian yang sama terhadap para bakal calon.

"Ada enam yang mengikuti penyampaian visi misi di PKB yakni Siti Nur Azizah, Muhammad, Rita Juwita, Dudung E. Direja, Tomi Patria dan Bunyamin Davnie. Yang paling utama, para kandidat harus cinta mati pada NKRI dengan tidak tidak terpapar radikalisme," ujar dia.

"Calon Wali Kota dan Calon Wali Kota Tangsel akan dinilai terkait pandangannya tentang masalah pendidikan, ekonomi, keamanan dan hukum, infrastruktur, pelayanan publik dan tekhnologi informasi yang diuji oleh seorang panelis bernama Robi Sugara," tambahnya.

"Semua bacalon akan dinilai langsung yang nanti akan menjadi pertimbangan DPP PKB dalam menentukan siapa yang layak dicalonkan. Tidak ada rekayasa, seleksi berdasarakan form penilaian yang kami rekap untuk diserahkan ke DPP PKB. Semua bacalon diperlakukan sama, tambah Muthmainnah, bahkan untuk kader PKB sekalipun. Nantinya akan kami konsultasikan ke DPW dan DPP PKB," tutupnya.

Selain PKB, diketahui Partai PKS pun turut melakukan lobi-lobi politik dengan 'menjual' salah seorang kadernya, Ruhama Ben. Seperti yang dikatakan Ketua DPD PKS Kota Tangsel, Agus Winarjo bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi, guna melengkapi syarat dukungan bagi calon walikota/wakil walikota, yakni 10 kursi dalam parlemen.

"Selanjutnya kita tinggal meningkatkan popularitas dan elektabilitas Pak Ruhama, serta mencari partai koalisi yang bisa mencukupi untuk mengusung langsung calon," kata Agus kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor: Kadek Arya Wiguna



Share this Article :