Rekomendasi

Jumlah ODP Korona Di Sragen Bertambah

Senin, 16 Maret 2020 : 19.23
Published by Hariankota

SRAGEN - Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait  Virus Corona  di Sragen, hingga Senin terus bertambah menjadi 63 orang.  Sebelumnya  ada 19 orang ODP, dan bertambah 44 orang. Warga Sragen tersebut masuk ODP karena baru  pulang dari negara yang sudah confirm terkena Corona virus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto Senin (16/3/2020) menjelaskan, meski  bertambah, hingga kini Sragen masih relatif aman. Tidak ada warga ODP yang meningkat statusnya menjadi suspect atau positif Corona.

“ Masyarakat tidak perlu resah. Sebab mereka sebenarnya adalah orang sehat namun karena baru pulang dari negara confirm Corona, sehingga harus dipantau secara intensif, “ ujarnya.

 Sesuai prosedur tetap, jelasnya, mereka  akan dipantau  dan menjalani isolasi mandiri dan disarankan tidak kontak dengan orang atau lingkungan selama 14 hari.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. ODP itu juga tidak ada perlakuan apa-apa. Hanya sebatas pemanatauan saja oleh petugas Puskesmas . Kita batasi dulu aktivitas mereka  dan kontak dengan orang lain," terangnya.

Ia memastikan semua petugas Puskesmas di semua kecamatan sudah siap untuk melakukan pemantauan.

Mengenai  status kejadian luar biasa (KLB) Kota Solo, Hargiyanto memastikan Sragen siap dan akan mengikuti petunjuk sesuai prosedur tetap (Protap) yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes maupun Presiden.

"Kami siap mengikuti protap. Prinsipnya,  bagaimana mengajak masyarakat berperilaku  hidup bersih sehat, cuci tangan sesudah dan sebelum aktivitas, hindari kerumunan dulu, hindari salaman dan kalau bersin sebaiknya ditutup atau ditangkupkan dengan lengan," terangnya.

Terpisah, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegasakan, tidak hanya TKI yang baru ulang dari luar negeri saja yang dilakukan pemanatauan. 

Warga yang baru datang dari lokasi rawan  juga akan dipantau. Bupati mencontohkan, warga yang menumpang dua bus dan baru pulang dari Bali, juga dipantau.

" Mereka baru saja bepergian dari daerah yang sudah terinfeksi corona jadi semua orang dalam pantauan. Tapi kita bicara yang berisiko tinggi terlebih dahulu. Seperti yang baru datang dari luar negeri," kata bupati.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi
.

Share this Article :