Rekomendasi

Kejaksaan Negeri Sragen Sita Rp 2,016 Miliar Dari Tersangka Kasus Dugaan Korupsi RSUD Sragen.

Rabu, 04 Maret 2020 : 16.44
Published by Hariankota
SRAGEN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen menyita uang hasil dugaan korupsi pengadaan ruang sentra OK RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen tahun 2016 senilai Rp 2.016.766.640. 

Uang tersebut disita dari tersangka RW, pengusaha asal Solo yang menjadi rekanan sebagai  penyedia barang.

Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Syarief Sulaeman, dalam siaran persnya, Rabu (04/03/2020)  kepada awak media, mengungkapkan, jika uang tersebut diserahkan oleh tersangka RW, pada hari Jumat (28/02/20200) kepada penyidik Kejaksaan. 

Menurut Kajari , uang tersebut akan dititipkan di rekening penampungan Kejaksaan RI cq Pemkab Sragen.

" Uang yang dikembalikan ini merupkan kerugian Negara berdasrkan hasil audit yang dilaukan oleh ahli dari BPKP. Kerugian Negara tersebut, seluruhnya atelah dikembalikan oleh tersanaka,” jelas kajari, Rabu (04/03/2020).

Ditambahkan Kajari, uang tersebut, akan dijaikan sebagai barang bukti, dalam proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mendatang.

Setelah proses persidangan, ujar Kajari, uang tersebut akan dikembalikan ke kas negara dalam hal ini Pemkab Sragen. Karena anggaran tersebut, berasal dari APBD yang digunakan   pengadaan ruang sentra OK pada tahun 2016.

" Kerugian negara dalam kasus ini sudah dikembalikan secara utuh oleh tersangka RW. Nanti pasti akan jadi faktor yang meringankan hukuman terdakwa karena telah  mengembalikan kerugian negara. Tapi proses peradilan tetap berjalan," tegasnya.

Kajari memastikan saat ini proses penanganan sudah hampir  selesai dan berharap sebelum memasuki bulan puasa, kasus ini sudah disidangkan.

Sebagaimana diberitakan haraiankota.com sebelumnya, kasus dugaan korupsim pembangunan ruang operasi  RSUD Sragen tahun 2015 lalu, terkuak. Kejaksaan negeri (Kejari) Sragen, menetapkan mantan Direktur RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen, DS Pujiatmo, serta dan satu pegawai, N Y, sebagai tersangka. 

Keduanya ditetapkan tersangka dalam proyek pembangunan gedung operasi bernilai hampir Rp 8 miliar tersebut. Dalam pross penyidikan, penyidik Kejari Sragen, menetapkan RW, rekanan RSUD dalam pengadaan barang dan jasa , sebagai tersangka baru dalam kasus ini. 


Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :