Rekomendasi

Masker Langka, Polisi Awasi Apotik dan Toko Obat

Sabtu, 07 Maret 2020 : 21.12
Published by Hariankota

SUKOHARJO - Sejak virus Corona atau Covid-19 merebak, masker menjadi barang langka yang sulit ditemukan. 

Sejumlah apotik dan toko obat memilih tidak menjual masker lantaran jika barang tersebut ada, dari pemasoknya mematok harga tak wajar, melonjak drastis berlipat- lipat dari harga normal sebelumnya.

Pantauan hariankota.com dilapangan, beberapa apotik dan toko obat memasang kertas pemberitahuan tentang tidak dijualnya masker di tempat tersebut akibatnya harganya melonjak tinggi.

"Maaf tidak jual masker dikarenakan harga masker dipasaran sudah tidak normal," begitu bunyi tulisan pada salah satu toko di wilayah Gentan, Baki, Sukoharjo, Sabtu (7/3/2020).

Atas kelangkaan itu, Polres Sukoharjo menerjunkan personil untuk melakukan pengawasan peredaran dan penjualan masker mengantisipasi penimbunan.

“Sudah ada instruksi dari Mabes Polri terkait peredaran masker untuk antisipasi tidak ada penimbunan,” terang Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho yang mengaku ikut turun kelapangan melakukan pengawasan.

Menurutnya, sasaran fokus pengawasan adalah, apotek, pasar tradisional, pasar modern, dan pertokoan.

Tidak hanya memantau kelangkaan masker, Polres Sukoharjo juga memantau distribusi sembilan bahan pokok (sembako) di 12 kecamatan yang ada di Sukiharjo. Hal ini dilakukan mengantisipasi “panic buying” akibat  masyarakat kurang memahami tentang bagaimana proses penularan virus Corona, dan bagaimana cara mencegahnya.

"Ada 30 personil yang diterjunkan. Mereka terdiri gabungan dari Polres dan tiap Polsek di Sukoharjo. Jadi tidak hanya masker, tapi juga peredaran kebutuhan pokok. Intinya preventif mencegah terjadinya “panic buying," ujarnya.

Hingga saat ini tim Polres Sukoharjo yang diterjunkan melakukan pengawasan, disebutkan Nanung belum menemukan adanya pedagang yang menimbun masker maupun sembako untuk mencari keuntungan sendiri di tengah kekawatiran masyarakat terhadap wabah Corona.

"Kami memberikan sosialisasi pada pedagang agar tidak mencari keuntungan ditengah penderitaan, karena itu juga dapat terkena sanksi pidana," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Kadek Arya Wiguna



Share this Article :