Rekomendasi

ODP Di Karanganyar Meningkat Drastis : Dari 23 Orang Menjadi 85 Orang

Sabtu, 28 Maret 2020 : 16.42
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Orang Dalam Pantauan (ODP) di Karangayar, mengalami kenaika yang cukup signifikan.

Saat ini, berdasarkan data dari  website http://covid19.karanganyarkab.go.id/ milik Pemkab Karanganyar, data terakhir hingga Jumat (27/03/2020), jumlah ODP sebanyak 83 orang, jumlah PDP 4 orang dan konfirmasi  positif Covid-19,  0 atau tidak ada.

Sebelumya, ODP di Karanganyar sebanyak 23 orang, satu orang dinyatakan lolos dari pantauan. 

Sebanyak 6 orang diisolasi di RSUD Karanganyar, selebihnya melakukan isolasi secara mandiri. 

Sedangkan untuk Pasien dalam Pemantauan, masih tetap sama, yakni 4 orang, 3 orang dinyatakan sembuh dan satu masih dalam perawatan.

Ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengenai meningkatanya angka ODP ini, baik Plt Kepala Dinas Kesehatan, Purwani, maupun kepala bidang pencegahan penyakit menular, Katrina, tidak memberikan jawaban ketika dihubungi melalui telepon  selularnya, Sabtu (28/03/2020).

Sementara itu, anggota DPRD I Provinsi Jawa Tangah, kepada hariankota.commelalui telepon selularnya menyatakan, terjadinya penambahan ODP tersebut, belum tentu diakbitakan oleh lonjakan pemudik. 

Pasalnya, menurut Muhammad Yunus, para perantau yang pulang kampung ini, belum dilakukan test, apakah mereka sebagai pembawa atau tidak.

“ Tidak bisa dipastikan seperti itu.Karena  perantau juga belum dilakukan test,  apakah mereka pembawa atau tidak.  Tetapi karena perantau berasal dari luar kota yang terindikasi banyak positif Covid-19,  maka otomatis perantau itu statusnya ODP. Nah ODP ini yang kemudian harus dipantau oleh Puskesmas dan jajaran tanggap darurat Covid- 19, apakah ada gejala klinis sehingga  bisa berubah status  menjadi PDP atau tidak,” jeasnya, Sabtu (28/03/2020).

Menurut Muhammad Yunus, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, di  terminal  Matesih, hampir semua penumpang, tidak paham bahwa mereka harus melapor, dan harus melalukan isolasi diri karena ODP.

“ Beruntung atas perintah camat Matesih, agar perantau ini segera melapor dan melakukan isolasi  diri selama dua pekan serta dilakukan pendataan. Pendataan ini penting agar tim pencegahan Covid-19, dapat melakukan monitoring,” ujarnya.

Yang juga perlu diwaspadai, lanjutnya,  adalah  penumpang bus Jakarta-Wonogiri yang turun di Solo. Para penumpang terus melanjutkan dengan menggunakan armada lain ke Karanganyar atau daerah sekitar.

Sementara itu, Plt Dinas Perhubungan Karanganyar, Sundoro, kepada hariankota.com, melalui telepon selularnya, menyatakan, hingga Jumat (27/03/2020) malam, jumlah warga perantauan dari berbagai kota, yang kembali ke Karanganyar, sebanyak 600 orang yang berasal dari  Jakarata, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

Dijelaskan Sundoro, berdasarkan perintah Gubernur Jawa Tengah,  Pemkab diminta untuk menentukan titik untuk pemberhentian arus mudik yang masuk. Untuk wilayah Karanaganyar, ujarnya, ada tiga posko pemberhntian bis,  posko 1 di rumah dinas, posko 2 di kabupaten dan posko 3 di Matesih.

“Posko ini untuk memudahan secreening dan pemeriksaan kesehatan bagi para pemudik. Jika nanti ketiga posko ini dianggap tidak efektif, maka   akan kita tempatkan di pintu masuk Karanganyar, di Palur. Sebelah timur flyover. Nanti kita koordinasi dengan Polres,” tandasnya.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi



Share this Article :