Rekomendasi

Pakai Data Terpadu, Dinsos Yakini Tak Ada Tumpang Tindih Program Masyarakat Miskin

Kamis, 26 Maret 2020 : 20.49
Published by Hariankota
TANGSEL - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Wahyunoto mengaku telah membuat data terpadu soal bantuan kepada masyarakat miskin.

Program data terpadu tersebut, diyakini dapat memonitor bantuan pemerintah terhadap 22 ribu masyarakat miskin yang ada di kota bertajuk Cerdas, Modern dan Religius.

"Kita ada data terpadu. Data itu untuk mengontrol bantuan-bantuan pemerintah terhadap masyarakat miskin di Kota Tangsel," kata Wahyunoto kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Bantuan pemerintah yang sudah berjalan terhadap masyarakat miskin diantaranya Program Keluarga Sejahtera, Bantuan Sosial Pangan dalam bentuk nontunai.

"Kalau bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat paling banyak ada di Kecamatan Pamulang. Kalau program bantuan dari kita itu bantuan sosial pangan yang kita berikan dalam bentuk nontunai, yang bisa ditukar di Kelompok Usaha Bersama (Kube). Nah total kube yang ada 42 kube, yang berbentuk elektronik warung (e-warung)," tambahnya.

"Dari data terpadu tersebut, kita menghindari tumpang tindih bantuan pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Jadi seluruh sektor terlibat," tandasnya.

Wahyu menegaskan, para warga penerima manfaat dibekali kartu layaknya kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang transaksi dapat dilakukan di 42 e-warung tersebut.

"Jadi keluarga penerima manfaat dibekali kartu. Nah kartu itu bisa digesek pada Electronic Data Capture (EDC) yang kita taruh di 42 e-warung tersebut. Kartu itu gunanya untuk menebus bantuan sosial pangan senilai Rp.200 ribu," tandasnya.

Reporter: Arie Kristianto
Penulis: Arie Kristianto
Editor; Nuraini

Share this Article :