Rekomendasi

Pemakaman Ibunda Tercinta, Presiden Minta Warga Mendoakan Dari Rumah

Kamis, 26 Maret 2020 : 16.14
Published by Hariankota
KARANGANYAR - Tepat sekitar pukul 13.00 Wib, iring-iringan mobil yang membawa jenazah almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo yang merupakan ibunda presiden Joko Widodo, tiba di pemakaman keluarga yang berada di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kamis (26/03/2020). 

Mobil Ambulan yang membawa jenazah almarhumah terlebih dahulu memasuki lokasi pemakaman, disusul mobil yang membawa presiden Joko Widodo, serta para kerabat.  

Setibanya di lokasi pemakaman, peti jenazah almarhumah Sudjiatmi, langsung diusung oleh enam anggota Pasukan pengaman presiden (Paspampres), menuju ke cungkup pemakaman. 

Dalam proses pemakaman tersebut, hanya diikuti oleh pihak keluarga inti , sedangkan para pelayat hanya menyaksikan dari luar cungkup.  

Secara keseluruhan, proses pemakaman berlangsung selama 45 menit.
Setelah peti jenazah dimasukkan ke liang lahat, dilanjutkan dengan tabur bunga dan diakhiri dengan doa. Usai seluruh proses pemakaman berlangsung, presiden beserta kerabat, langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Disisi lain, berdasarkan pantauan hariankota.com, tidak banyak pelayat yang menghadiri dan mengikuti prosesi pemakaman ibunda orang nomor satu di Indonesia tersebut. 

Di lokasi pemakaman, terlihat kepala staf kepresidenan, Moeldoko, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza  Dahniel yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Ahmad Luthfi, Danrem 074 Warastratama Brigjen TNI Rafael, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar Juliyatmono bersama wakil bupati Rober Christanto, Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi, Dandim 0727 Letkol Inf Andi Amin Latama, serta sejumlah pelayat lain.

“ Warga memang tidak ada yang ikut ke pemakaman. Karena memang sebelumnya, bapak presiden telah menghimbau dan meminta kepada seluruh warga untuk tidak datang ke pemakaman dalam situasi mewabahnya virus Corona. Warga hanya diminta ikut mendoakan saja  dari rumah,” ujar Sutino, Kepala Desa Selokaton.
Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya ibunda presiden Joko Widodo ini. 

Kepada hariankota.com, bupati menyatakan, bahwa almathumah adalah sosok yang rendah hati, meskipun memiliki anak seorang presiden.

“ Terus terang, kita merasa kehilangan. Almarhumah adalah orang yang baik, rendah hati, selalu menyapa siapapun jika bertemu. Beliau tidak sombong meskipun memiliki anak seorang presiden,” ujar bupati.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Jumali



Share this Article :