Rekomendasi

Pemkab Sukoharjo Kerahkan Seluruh Potensi Cegah Penyebaran Corona

Jumat, 06 Maret 2020 : 18.54
Published by Hariankota
SUKOHARJO -  Pemerintah Kabupaten Sukoharjo beserta seluruh jajaran instansi terkait, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan RSUD Soekarno melakukan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan penyebaran virus Corona atau COVID - 19.

Sesuai pedoman dari tim Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) DKK Sukoharjo Bejo Raharjo menyampaikan, ada lima bahasan yang harus menjadi perhatian.

"Yakni Surveilans dan Respon, Manajemen Klinis, Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, Pengelolaan Spesimen dan Konfirmasi Laboratorium dan terakhir Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat," terangnya kepada hariankota.com dan awak media lain saat konferensi pers, Jum'at (6/3/2020).

Alur deteksi dini juga dilakukan DKK Sukoharjo, jika semula yang menjadi prioritas pencermatan adalah mereka yang habis bepergian dari China, sekarang pencermatan diperluas kepada mereka yang datang dari seluruh negara. Pencermatan akan dilakukan selama 14 hari sejak kedatangan.

"Mereka yang datang dari luar negeri baik melalui penerbangan udara maupun jalur laut akan diberi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (K3) atau Health Alert Card yang diterbitkan  Kemenkes RI.  Melalui kartu itu, kami bisa mengetahui riwayat kesehatan warga tersebut, dan itu yang akan dipantau selama 14 hari," terang Bejo.

Menyinggung jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang berada di Kota Makmur, disebutkan berdasarkan pendataan total jumlahnya ada 114. Mereka terdiri beragam kebangsaan dan tersebar bekerja di berbagai perusahaan.

"Memang ada yang dari Wuhan China, tapi mereka sudah kami pantau dan hasilnya nihil Covid-19," imbuhnya.

Direktur RSUD Ir Soekarno Dani Suharto pada kesempatan ini menyampaikan dalam kesiapsiagaan penanganan Covid-19 RSUD Ir Soekarno telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan kabupaten. Untuk tingkat nasional di Solo Raya rujukannya hanya ke RSUD Dr Moewardi Solo.

"Kami menghimbau kepada masyarakat bahwa kewaspadaan itu penting,tapi jangan sampai menimbulkan kehebohan. Tak perlu panik dengan memborong masker. Yang perlu masker itu hanya mereka yang sakit saja. Jadi kalau kita sehat ngapain pake masker," ujarnya.

Dani meminta kepada media turut membantu dalam sosialisasi, edukasi dan konsultasi bagi pasien dan masyarakat terkait Covid -19, untuk pencegahan penularan dan kepanikan masyarakat akibat pemahaman penyakit yang rendah.

"Perlu kerja sama semua pihak terutama media agar masyarakat bijak dan tidak berlebih - lebihan dalam menanggapi wabah Covid-19.  Mengingat belum ada obat anti virusnya maka pengobatan yang diberikan bersifat suportif.  Oleh karenanya menjaga pola hidup sehat menjadi penting untuk dilakukan," pungkasnya.

Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Nurani


Share this Article :