Rekomendasi

Polisi : WNA Korsel Tewas Gantung Diri, Depresi Mengira Terjangkit Virus Korona

Minggu, 01 Maret 2020 : 15.23
Published by Hariankota

SOLO -  Polresta Solo menyatakan, kasus tewasnya seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA ) asal Korea Selatan berinisial, JEH (57) dengan cara gantung diri dalam kamar sebuah hotel di Solo, pada 23 Februari 2020 lalu, diduga karena depresi lantaran mengira terjangkit virus Korona (Covid-19).

Informasi yang didapat hariankota.com, pernyataan dugaan penyebab kenekatan korban mengakhiri hidup dengan gantung diri karena depresi, berdasarkan temuan penyidik Polresta Solo adanya sepucuk surat berbahasa Korea yang ditinggalkan korban didalam kamar hotel.

Hal itu, dibenarkan Kapolresta Solo, Kombes Pol Andy Rifai saat dikonfirmasi awak media, Minggu (1/3/2020), bahwa pihaknya menemukan sepucuk surat yang kemudian dibantu penerjemah untuk mengetahui arti isi surat peninggalan korban tersebut.

"Kami dibantu penerjemah, setelah diterjemahkan, intinya korban merasa bahwa sakit yang dideritanya karena disebabkan virus (Covid-19)," terang Andy.

Dalam pemeriksaan di kamar hotel yang dihuni korban, Polisi juga menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga kuat merupakan milik korban untuk mengobati penyakit flu yang dideritanya selama ini.

"Oleh dokter yang memeriksa jenazah korban menyebut, kalau obat-obatan yang dibawa korban itu adalah obat flu," tutur Kapolresta.

Guna menyakinkan bahwa korban tidak terjangkit virus Korona seperti dugaan yang ditulis dalam surat, pihak kepolisian kemudian melakukan uji laboratorium di RSUD Dr Moewardi Solo untuk mengetahui kebenaran isi surat.

"Kemarin sudah dilaksanakan uji laboratoriun, dan jawabannya negatif virus Korona," tegasnya.

Terpisah, Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD Dr Moewardi, Eko Haryati saat dihubungi menyampaikan, sampel langsung dikirim ke Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Untuk mengetahui hasilnya memakan waktu sekira empat hari, terhitung sejak Minggu (23/2/2020) lalu.

"Hasilnya, korban (JEH) terbukti tidak terpapar virus Korona, negatif virus (Covid-19). Itu sesuai hasil yang keluar Kamis (27/2/2020) kemarin," ungkapnya.

Tak hanya uji laboratorium, pihak RSUD Dr Moewardi dijelaskan Eko,  juga melakukan proses visum terhadap jenazah JEH yang disemayamkan di ruang isolasi virus Korona selama menunggu hasil proses uji laboratorium.

"Hasil visum menunjukkan tidak ditemukan tindak kekerasan dalam tubuh korban. Itu memang murni bunuh diri," pungkasnya. 


Reporter: Sapto Nugroho
Penulis: Sapto Nugroho
Editor: Kadek Arya Wiguna


Share this Article :