Rekomendasi

Siaga Corona, 11 Warga Sragen Diawasi Selama 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2020 : 20.01
Published by Hariankota
SRAGEN - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, melakukan pengawasan terhadap 11 warga yang baru pulang dari luar negeri. 

Meski belum ditemukan suspect virus  Corona, pengawasan dan pantauan terus dilakukan terhadap 11 warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP). 

Sebelumnya Dinas kesehatan juga melakukan pemanatauan terhadap 3 warga Sragen yang baru pulang dari luar negeri.

Kepala DKK Sragen, Hargiyanto menjelaskan, sampai saat ini, belum ditemukan pasien atau warga positif terserang virus Corona. Meski demikian, pihaknya menyatakan status kesiapsiagaan, mengingat virus mematikan ini sudah masuk wilayah Indonesia.

" Sragen tidak termasuk daerah yang dinyatakan confirm corona oleh pemerintah pusat. Tapi semua harus tetap waspada. Kita siap siaga," ujarnya Jumat (13/3/2020).

Hargiyanto menyatakan,  saat ini ada 11 warga yang masuk  dalam kategori ODP.  Status ODP, ujarnya, diberlakukan bagi semua warga Indonesia yang baru pulang dari bepergian negara-negara yang sudah terkonfirmasi corona virus, seperti China, Korea, Italia, Iran, sertaa sejumlah Negara lainnya. Ke 11 warga tersebut akan terus dipantau oleh petugas kesehatan selama 14 hari sjak kepulangan mereka ke kampong halman masing-masing.

“ Warga Sragen yang masuk dalam kategori ODP tersebut  adalah para TKI yang barusaja pulang dari negara tempat mereka bekerja.Di antaranya, Taiwan, Malaysia, Korea Jepang, dan Abu Dabhi. Dengan status ODP,  ke 11 warga tersebut akan   terus dipantau oleh petugas Puskesmas setempat,” ujarnya.

Ditambahkannya, jika selama 14 hari masa pemantauan  ditemukan ada gejala atau keluhan sesak nafas disertai batuk dan demam tinggi, maka akan segera dilakukan penanganan dan harus diisolasi.

“ Jika ada gejala sesak nafas, batuk yang disertai dengan demam tinggi,  statusnya sudah menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect. Suspect pun belum tentu positif, tida  perlu panik dulu," tegasnya.


Ditambahkannya,  gejala suspect itu ditandai demam tinggi dan biasanya punya riwayat kontak atau baru datang dari negara terkonfirmasi virus covid- 19. Kemudian perawat atau tenaga kesehatan yang kontak atau merawat pasien positif Covid-19 atau orang yang pernah kontak dengan hewan positif Covid-19 dan ada keluhan batuk, pilek, demam, juga masuk kategori suspect.

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Mahardika

Share this Article :