Rekomendasi

Tersangka Dugaan Pungli Alsintan Jilid II Segera Menjalani Proses Persidangan

Selasa, 03 Maret 2020 : 21.19
Published by Hariankota
SRAGEN - Dua tersangka kasus dugaan pungutan liar bantuan alat mesin pertnian (Alsintan) jilid II, segera menjlani proses prsidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang.  

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan pungli bantuan Alsintan jilid II ke Pengadilan Tipikor  Semarang, akhir pekan lalu.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, mengatakan untuk sidang tersangka kasus dugaan pungli bantuan Alsintan jilid II, kedua tersangka secara  bergantian akan memberikan kesaksian di persidangan. Mengingat ada perbedaan tugas, fungsi dan peran dari kedua  tersangka dugaan pungli Alsintan Jilid II.

"Untuk persidangan tersangka kasus dugaan pungli Alsintan Jilid II masih menunggu jadwal sidang dan diperkirakan dalam waktu derkat.  Biasanya seminggu setelah pelimpahan berkas perkara” jelas  Agung Riyadi, Selasa (03/03/2020).

Sebelumnya, dalam kasus yang sama, dua terdakwa kasus dugaan pungli alsintan jilid I yakni Sudaryo dan Setyo Apri Surtitaningsih yang dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang.

Sebagaimana diberitakan hariankota.com sebelumnya, terseret kasus dugaan korupsi  alat industri pertanian (Alsintan), wakil ketua  DPC PDIP Sragen, Supriyanto (47) resmi ditahan kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen.  

Politisi asal Dukuh Bolorejo, RT 5/3, Puro, Karangmalang,  itu ditahan atas kasus dugaan penyimpangan penyaluran bantuan alat mesin pertanian 2017-2018 di Kabupaten Sragen.

 Modus yang dilakukan keduanya, dengan  meminta setoran pelicin dengan bahasa uang terimakasih kepada kelompok tani   penerima bantuan. Besarannya bervariasi antara Rp 15-25 juta per kelompok tani penerima bantuan. 

Padahal seharusnya bantuan Alsintan itu diberikan ke kelompok tani  secara cuma-cuma karena itu bantuan dari pemerintah. 
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan  Pasal 12 huruf E atau pasal 11 UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan UU RI 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Reporter: Iwan Iswanda
Penulis: Iwan Iswanda
Editor: Gunadi


Share this Article :